Garuda Food bidik penjualan naik 15% di 2019

Kamis, 14 Februari 2019 | 07:38 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT Garuda Food Putra Putri Jaya Tbk (GOOD) menargetkan kenaikan kinerja pada tahun 2019 ini.

Head of Corporate Communication GOOD, Dian Astriana mengatakan, pihaknya menargetkan kenaikan omzet penjualan sekitar 15% di tahun ini. Sebagai perbandingan pada tahun 2018 lalu, pendapatan GOOD mencapai Rp 8,07 triliun atau naik 8% dari akhir 2017 yang sebesar Rp 7,48 triliun.

Jika dihitung maka total pendapatan perusahaan kacang garuda tersebut di 2019 bisa mencapai Rp 9,28 triliun. Untuk mencapai target tersebut strategi yang dijalankan oleh GOOD adalah dengan fokus pada pengembangan pasar domestik dan ekspor.

Ia menambahkan, pihaknya akan mengeluarkan produk baru, dengan memperkuat channel distribusi domestik untuk meningkatkan produktivitas. "Kami juga akan mengembangkan pasar GOOD di luar negeri, dengan cara mencari peluang di negara-negara baru, meningkatkan penetrasi pasar di negara tujuan yang sudah tumbuh sangat baik belakangan ini khususnya di Asia," terangnya, Rabu (13/2/2019).

Saat ini, GOOD sudah mengekspor produknya ke lebih dari 20 negara dengan fokus utama penjualan ke beberapa pasar Asean, Tiongkok, dan India. Kontribusi pasar lokal bagi pendapatan GOOD sekitar 95%. Sementara untuk ekspor, ia bilang saat ini kontribusi masih kecil dari total pendapatan GOOD.

"Namun, kami optimis untuk terus tingkatkan kontribusi ekspor ke depan mengingat peluangnya masih sangat besar di negara tujuan ekspor khususnya di Asia yang trendnya cukup baik belakangan ini," imbuhnya.

Sebelumnya, Direktur Utama GOOD Hardianto Atmadja mengatakan bahwa saat ini kontribusi ekspor Garudafood sebesar 5% dari total penjualan dan diharapkan menjadi double digit dalam kurun waktu 2 tahun hingga 3 tahun ke depan.

Selain itu, pada IPO pada tanggal 10 Oktober 2018 lalu, GOOD berhasil meraup dana Rp 44 miliar. Dian mengungkapkan alokasi dana tersebut sudah digunakan seluruhnya untuk modal kerja GOOD.

Sementara untuk kebutuhan ekspansi di 2019, GOOD menyiapkan belanja modal alias capital expenditure (capex) sebesar Rp 800 miliar. "Dananya akan dipakai untuk investasi di penambahan pabrik dan gudang," lanjut Dian.

Soal penambahan pabrik, Dian memaparkan bahwa pihaknya berencana untuk menambah 3 pabrik baru yang berlokasi di Rancaekek, Gresik dan Pati. Namun sayangnya ia enggan memaparkan soal nilai investasi pembangunan tiga pabrik tersebut.

"Prosesnya sudah berjalan sejak akhir tahun lalu. Ada yang bangunan fisiknya sudah selesai dan tahap saat ini adalah instalasi mesin. Ada yang sedang berlangsung pembangunan fisiknya. Seluruhnya ditargetkan rampung tahun ini," katanya. kbc10

Bagikan artikel ini: