Dua investor asing siap tanamkan modal Rp12,6 triliun di sektor otomotif

Kamis, 14 Februari 2019 | 15:05 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengungkapkan tahun 2019 ini akan ada investor dari Eropa dan Asia yang akan mengucurkan investasinya di sektor otomotif. Dua investor asing ini berencana akan investasi di Indonesia senilai US$900 juta atau setara Rp 12,6 triliun.

Adanya komitmen tersebut diyakini akan memperkuat dan meningkatkan kapasitas industri otomotif di Indonesia. Pasalnya tahun 2019 ini pemerintah menargetkan mampu memproduksi mobil sebanyak 2 juta unit per tahun. Diketahui dua investor ini akan mendirikan pabrik yang produksinya disalurkan sebanyak 50 persen untuk pasar ekspor dan 50 persen lainnya untuk pasar domestik.

Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto, mengatakan pemerintah akan terus mendorong agar industri manufaktur pada sektor otomotif dapat merealisasikan pengembangan kendaraan rendah emisi atau Low Carbon Emission Vehicle ( LCEV ). Dengan adanya investasi tersebut diharapkan target-target yang ditetapkan dalam pengembangan kendaraan listrik dapat tercapai.

"Mereka juga komitmen ingin masuk bangun industri kendaraan listrik dengan target produksi di tahun 2022. Dan, ini dapat mendukung target kita di tahun 2025 nanti bahwa 20 persen adalah kendaraan listrik," kata Airlangga dalam keterangannya, di Jakarta, Kamis (14/2/2019).

Airlangga menambahkan pasar ekspor untuk produk otomotif masih sangat terbuka lebar. Terlebih apabila pemerintah mampu segera merampungkan 12 perjanjian dagang baru di antaranya adalah Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) dengan Australia. Apabila perjanjian ini selesai dilakukan maka ada satu juta pasar ekspor otomotif yang terbuka.

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) ekspor mobil utuh (completely built up/CBU) sepanjang 2018 tumbuh 14,44% menjadi 264.553 unit dibanding tahun sebelumnya. Capaian tersebut merupakan yang tertinggi dari tahun-tahun sebelumnya.

"Tahun kemarin, ekspor mobil CBU sudah lebih dari 264.000 unit, dan yang bentuk CKD sekitar 82.000 unit, sehingga total melampaui 346 ribu unit dengan nilai US$4 miliar dan tambahan dari ekspor komponen otomotif senilai US$ 2,6 miliar," terangnya.

Kemenperin menargetkan ekspor mobil CBU mencapai 400.000 unit pada tahun ini, atau naik 51,2% secara tahunan. Beberapa negara yang menjadi tujuan ekspor adalah Filipina, Kamboja, Vietnam dan beberapa negara di Amerika Latin seperti Peru. Menurut Airlangga rata-rata mobil yang diekspor memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri ( TKDN ) di atas 80 % dan capaian itu akan terus ditingkatkan.kbc11

Bagikan artikel ini: