Pebisnis travel minta penurunan harga tiket pesawat 40 persen

Jum'at, 15 Februari 2019 | 12:48 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Meski sejumlah maskapai telah menurunkan harga tiket pesawatnya, namun kalangan pelaku usaha biro travel yang tergabung dalam Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo) tetap mengusulkan harga tiket pesawat turun hingga 40% agar terjangkau buat masyarakat. Saat ini harga tiket pesawat masih dianggap kemahalan.

Wakil Ketua Astindo, Rudiana mengatakan, pihaknya sebagai pelaku usaha di bidang jasa perjalanan bergantung dengan keterjangkauan harga tiket bagi masyarakat.

"Ini kita kan travel agent, kalau kita maunya masyarakat itu supaya tetap terbang harganya itu yang terjangkau, itu saja intinya. (Harapannya harga tiket) mungkin 30-40% turunnya. Jadi pelan pelan balik lagi ke yang dulu," katanya di Jakarta, Kamis (14/2/2019).

Mahalnya harga tiket yang menurutnya berlangsung sejak Desember 2018 membuat bisnis travel sepi.

"Sepi masalahnya. Jadi orang yang pergi sepi, orangnya nggak terbang. Jadi turun (pengguna jasa biro travel), bergradasi turunnya. Kalau domestik itu banyak yang turunnya lumayan, 10% sampai 30%," sebutnya.

Sementara itu, Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) menilai yang dibutuhkan bukan sekedar turunnya harga tiket tapi pemberlakuan subclass penerbangan dengan harga murah.

Menurut Wakil Ketua Asita, Budijanto Ardiansyah, saat ini maskapai belum kembali menerapkan tarif batas.

"Yang kita harapkan airline menetapkan kembali subclass. Jadi mulai dari yang paling murah sampai paling mahal, atau istilahnya tarif batas atas-batas bawah," jelasnya.

"Kelas-kelasnya harus dibuka. Sekarang kan cuma 1 kelas ekonomi saja, ekonomi tertinggi yang Q Class. Idealnya itu kelas-kelas yang di bawahnya itu dibuka kembali, mulai dari kelas kelas promo sampai paling tinggi," tambah dia. kbc10

Bagikan artikel ini: