18,25 Juta orang tertampung di industri manufaktur

Jum'at, 15 Februari 2019 | 22:01 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Peningkatan investasi di sektor industri manufaktur nasional berdampak positif terhadap serapan tenaga kerja nasional. Kementerian Perindusrian (Kemenperin) mencatat sepanjang 2018, sektor ini telah menyerap tenaga kerja sebanyak 18,25 juta orang.

“Jumlah tenaga kerja yang tertampung di sektor industri manufaktur ini berkontribusi sebesar 14,72% terhadap total tenaga kerja nasional," kata Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto di Jakarta, Jumat (15/2/2019).

Pada tahun 2017, sektor manufaktur menerima tenaga kerja hingga 17,56 juta orang dan melonjak di tahun 2018 menjadi 18,25 juta orang. "Dari tahun 2015 ke 2018, terjadi kenaikan 17,4% dan ini diperkirakan bisa menambah lagi penyerapan tenaga kerjanya di tahun 2019," terang Menperin.

Adapun enam besar sektor industri manufaktur yang menyerap tenaga kerja terbanyak adalah industri makanan dengan kontribusi hingga 26,67% disusul industri pakaian jadi (13,69%), industri kayu, barang dari kayu dan gabus (9,93%). Selanjutnya, industri tekstil (7,46%), industri barang galian bukan logam (5,72%), serta industri furnitur (4,51%).

Airlangga mengatakan di tengah kondisi perlambatan ekonomi di tingkat global, Kemenperin tetap optimistis memasang target pertumbuhan industri nonmigas sebesar 5,4% pada tahun ini. Adapun sektor-sektor yang diproyeksikan tumbuh tinggi, di antaranya industri makanan dan minuman (9,86%), permesinan (7%), tekstil dan pakaian jadi (5,61%), serta kulit barang dari kulit dan alas kaki (5,40%).kbc11

Bagikan artikel ini: