Kinerja kian membaik, BUMI yakinkan investor tak ragu beli saham

Minggu, 17 Februari 2019 | 07:16 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Setelah berhasil melewati masa krisis, kini kinerja PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) kian membaik. Produksi batu bara BUMI di tahun 2018 mencapai 85 juta ton hingga 86 juta ton. Sementara di tahun ini, produksi batubara BUMI ditarget bisa naik menjadi sekitar 90 juta ton hingga 96 juta ton per tahun. Demikian diungkapkan oleh Direktur PT Bumi Resources Tbk Dileep Srivastava usai pertemuan dengan 100 lebih investor di Surabaya, Sabtu (16/2/2019).

“Kami disini ingin memberitahukan kepada investor bahwa BUMI ada dan kinerjanya kian membaik. Jangan lagi melihat kebelakang, tetapi lihatlah sekarang dan masa depan, karena prospek sangat baik,” trang Dileep.

Dileep menjelaskan BUMI saat ini sudah berhasil merestrukturisasi hutang dan berhasil mengembalikan kepercayaan investor sehingga saham emiten Grup Bakrie menjadi primadona dan diburu investor. "Total ada sekitar US$ 1,6 miliar utang Bumi Resources yang akan diselesaikan melalui tiga tranche yakni tranche A, tranche B dan tranche C," terangnya.

Apalagi harga batubara berkalori tinggi saat ini juga cenderung stabil. Diskon harga menjadi semakin rendah, dari 60 persen menjadi sekitar 48 persen. Artinya, ada pengurangan diskon sebesar 12 persen sehingga harga menjadi lebih baik. Walaupun harga untuk jenis batubara berkalori rendah memang masih ada tekanan dari pasar Australia. Dan ia melihat tren penurunan harga batubara berkalori rendah ini masih menjadi tantangan utama di tahun ini. 

Untuk itu, pada 2019 BUMI akan fokus menggenjot batubara berkalori tinggi menjadi 8 juta ton-9 juta ton dari PT Arutmin Indonesia. Secara keseluruhan, Arutmin Indonesia menargetkan produksi batubara sebesar 31,9 juta ton pada 2019. “Agar lebih kompetitif, BUMI juga akan melakukan efisiensi, baik disisi biaya produksi atau lainnya,” tekannya.

Dari seluruh batubara yang dilroduksi, porsi ekspor batubara BUMI mencapai 75 persen dan 25 persen untuk penjualan domestik. Porsi tersebut diprediksi masih akan bertahan di 2019, dengan total target produksi 94 juta ton. Sebanyak 40 persen produksi batubara BUMI memiliki kandungan di bawah 5.000 kkl dan sebanyak 60 persen memiliki kandungan di atas 5.000 kkl.

Pada kesempatan yabg sama, Presiden Direktur BUMI Saptari Hoedaja mengatakan,  suatu kebahagiaan bagi perseroan dapat menjadi penyelenggara ajang akbar pertemuan investor untuk kedua kalinya di Surabaya bekerja sama dengan ISC. Dan ini menjadi kesempatan bagi BUMI untuk berinteraksi langsung dengan para investor lokal, guna memberikan edukasi seputar investasi di saham dan menjadikan BUMI sebagai pilihan investasi.

"Ajang ini diselenggarakan dalam rangka menunjukkan komitmen, dukungan Perseroan kepada IDX (Bursa Efek Indonesia), serta memberikan informasi terkini seputar BUMI," pungkasnya.kbc6

Bagikan artikel ini: