KKP gandeng Perindo kelola cold storage

Minggu, 17 Februari 2019 | 20:11 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggandeng Perum Perikanan Indonesia (Perindo) untuk mengelola aset cold storage atau tempat penyimpanan produk perikanan berpendingin di tiga lokasi. Hal ini guna memperkuat sistem logistik sektor perikanan nasional.

Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) KKP Rifky E Hardijanto menuturkan sistem logistik yang kuat akan meningkatkan kualitas maupun nilai perikanan nasional. Penguatan sistem logistik salah satunya dilakukan dengan pemanfaatan cold storage untuk menjadikan produk perikanan lebih berdaya saing, baik di pasar domestik maupun international.

"Cold storage adalah komponen penting, agar kualitas perikanan kita lebih baik. Maka dari itu, kami bersinergi dengan Perum Perindo untuk mengelola beberapa aset kita," tutur Rifky di Jakarta, Minggu (17/2/2019).

Rifky menambahkan alasan pihaknya memberikan kepercayaan kepada Perum Perindo yang merupakan BUMN. Selain itu, kerja sama dilakukan untuk pemenuhan pemanfaatan aset negara demi kesejahteraan masyarakat.

"Kita tahu betul investasi di BUMN pun butuh proses yang panjang baik birokrasi, pembiayaan, maupun lainnya. Upaya kerja sama ini tidak lain untuk lebih memanfaatkan aset negara dengan maksud dan tujuan untuk mengentaskan kemiskinan, permudah value layanan publik, dan untuk peningkatan ekonomi rakyat pada umumnya," jelas Rifky.

Rifky mengharapkan Perum Perindo bisa memanfaatkan cold storage dengan baik agar bisa memberikan manfaat besar terhadap pembangunan ekonomi nasional. "Sektor perikanan punya potensi untuk peningkatan ekonomi masyarakat dan perikanan nasional," tambah Rifky.

Direktur Utama Perum Perindo Risyanto Suanda mengatakan dukungan seperti ini akan memperkuat posisi Perum Perindo dan membantu perusahaan berkontribusi lebih banyak dalam pengembangan industri perikanan. Dengan kerja sama ini, maka Perum Perindo akan memanfaatkan cold storage di tiga lokasi, yakni cold storage kapasitas 50 ton di PPN Prigi, cold storage kapasitas 400 ton di PPN Brondong, dan cold storage kapasitas 100 ton di PPN Ternate.

Pemanfaatan cold store ini sesuai dengan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 5 Tahun 2014 tentang Sistem Logistik Ikan Nasional (SLIN) dan Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2016 tentang Percepatan Pembangunan Industri Perikanan Nasional.kbc11

Bagikan artikel ini: