Kenaikan harga gula dikhawairkan gencet industri kecil

Selasa, 19 Februari 2019 | 09:00 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pemerintah belum memutuskan besaran kenaikan harga gula di tingkat petani. Meski sebelumnya para petani yang tergabung dalam Andalan Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) telah bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk meminta kenaikan harga tersebut.

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi), Adhi S Lukman, mengungkapkan kenaikan harga gula di tingkat petani akan berdampak pada sektor industri, khususnya industri skala kecil.

"Kita (industri besar) tidak terpengaruh, tapi industri kecil iya. Ada sebagian yang tidak bisa pakai gula rafinasi karena keterbatasan volume. Mau tidak mau mereka mengalami kenaikan pasti," ungkap dia di Cikupa, Tangerang, Banten, Senin (18/2/2019).

Namun demikian, kebutuhan gula petani sebagai bahan baku industri dinilai kecil, yaitu hanya sekitar 10 persen dari total kebutuhan gula di industri makanan dan minuman.

"(Volume kebutuhan) Perkiraan saya sekitar 300 ribuan ton setahun. Kira-kira 10 persen lah dari total pemakaian yang besar," jelas dia.

Sementara itu, Presiden Jokowi mengatakan, kenaikan harga gula petani ini masih akan dibahas dalam rapat terbatas (ratas). "Belum. Masih ratas, ratas belum selesai. Nanti. Kalau sudah, kita ketemu lagi dengan petani tebu," ujar dia.

Namun demikian, Presiden Jokowi menyatakan ingin agar masalah kenaikan harga gula petani ini segera diputuskan. "(Janjinya sepekan) Karena belum rampung. Pengennya kerja sesuai target tapi kan belum rampung. Saya pengennya cepat, kalau perlu sehari rampung lebih senang saya," kata dia. kbc10

Bagikan artikel ini: