RI sukses gelar SM dan pameran di Selandia Baru, Emirates umumkan kabar baik

Selasa, 19 Februari 2019 | 18:07 WIB ET

SELANDIA BARU - Kabar baik untuk pariwisata  Indonesia dan Kementerian Pariwisata (Kemenpar). Di bawah pimpinan Arief Yahya, Kemenpar sukses menggelar dua event sekaligus di Christchurch, Selandia Baru. Dua event itu adalah Sales Mission yang dihelat di Novotel, Jumat (15/2), dan Travel Expo yang berlangsung kemarin, Senin (18/2).

Senior Sales Executive Emirates New Zealand Briar Nash mengatakan, seiring dengan suksesnya kedua event tersebut pihaknya memberikan kabar baik bagi maskapai penerbangan yang digawanginya. Emirates siap membuka pintu selebar-lebarnya ke Indonesia.

”Bali - New Zealand adalah pasar potensial. Untuk itu, kami akan tingkatkan pelayanannya. Jika saat ini masih 4 kali seminggu, nanti akan dilayani 7 kali dalam sepekan. Atau dengan kata lain, Emirates akan terbang setiap hari di rute Denpasar – New Zealand. Kemungkinan mulai akhir Mei 2019. Kami mendapatkan data bahwa kenaikan hingga 20 persen. Ini angka yang menarik dan membuat maskapai kami bersemangat,” ujarnya.

Menurut Briar, terhubungnya poros Denpasar - Selandia Baru menjadi sejarah dan momentum baru. Sebab, mobilitas wisatawan menjadi efektif dan nyaman. Mereka bisa berwisata ke Bali dulu sebagai Hub dan selanjutnya ke daerah lain. Kemudahan aksesibilitas ini tentu menjadi potensi bagi pariwisata Bali dan Indonesia ada umumnya. 

Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran I Regional IV Edy Wardoyo menjelaskan, aksesibilitas menjadi komponen penting yang harus diperhatikan dalam meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara. Akseibilitas sendiri mempunyai indikator 3A. Mencakup Airlines, Airports, dan Authority. 

“Target 20 juta wisman di tahun 2019 hanya bisa dicapai jika masalah aksesibilitas udara terpenuhi. Sebab, sekitar 75% wisman datang ke Indonesia melalui jalur udara (air connectivity). Sisanya, 24% lewat laut terutama menggunakan ferry dan sebagian kecil menggunakan cruise atau yacht. Hanya 1% wisman masuk lewat darat,” ungkapnya.

Kepala Bidang Pemasaran Area IV (New Zealan dan Oceania) Kemenpar Titik Lestari menambahkan, pihaknya sangat mengapresiasi dukungan Emirates terhadap program pemerintah untuk menambah target wisman ke Indonesia. Tahun lalu, ada lebih dari 33 ribu warga Selandia Baru yang berkunjung ke Indonesia. Jika nanti penerbangan rute Bali-Selandia Baru sudah terjadwal setiap hari, maka jumlah wisman yang datang pun semakin meningkat.

“Penerbangan Emirates ke Indonesia juga dapat meningkatkan potensi ekonomi bagi Indonesia dari segala sektor terutama pariwisata. Oleh karena itu kami ingin terus dalam melaksanakan kegiatan harus dengan konten-konten menarik. Harus dengan inovasi kreatif yang terus baru. Alhamdulillah kami berhasil menggelar kegiatan di awal tahun 2019 dengan tema event Sport Tourism. Responnya sangat bagus di Sales Mission dan Pameran kemarin,” tegasnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menegaskan bahwa air connectivity atau akses udara harus terus ditingkatkan. Daya angkut atau seats capacity pun semestinya diperbesar secara bertahap. Domainnya memang bukan di Kemenpar. Tetapi kolaborasinya sudah dilakukan bersama Kemenhub, Airlines, Airnav, dan Angkasa Pura, serta berbagai masakapai di dunia.

“Mudah-mudahan, penambahan jadwal terbang Emirates mulai Mei nanti dapat terlaksana tanpa kendala apapun. Ini akan menjadi motivasi baru bagi pariwisata Indonesia untuk terus berkibar di mata dunia, sekaligus mendongkrak devisa negara dan tentunya mensejahterakan rakyat,” tandasnya. (*)

Bagikan artikel ini: