Rilis platform digital wealth management, StanChart incar tambahan nasabah prioritas 20%

Rabu, 20 Februari 2019 | 09:35 WIB ET
(KB/Purna Budi N)
(KB/Purna Budi N)

SURABAYA, kabarbisnis.com: Standard Chartered (StanChart) Bank Indonesia menargetkan adanya penambahan jumlah nasabah prioritas di Tanah Air sebesar 15-20 persen hingga akhir tahun ini. Target ini seiring dengan telah diluncurkannya layanan platform digital untuk wealth management.

Managing Director & Head Wealth Management Standard Chartered Bank Indonesia, Bambang Simarno mengatakan, diluncurkannya layanan platform digital untuk wealth management tersebut didasari oleh tingginya jumlah pengguna reksadana online, sehingga diharapkan akan lebih luas lagi nasabah nasabah yang mengakses secara digital.

"Apalagi tren memanfaatkan teknologi digital semakin masif. Termasuk nasabah kami," ungkap Bambang di sela seminar keuangan Wealth on Wealth (WoW) bagi nasabah priority banking di Surabaya, Selasa (19/2/2019).

Tercatat pada awal 2018 jumlah nasabah reksadana sebanyak 620.000 nasabah, hingga pertengahan 2018 sudah bertambah sebanyak 200.000 nasabah menjadi 820.000 nasabah.

Sementara saat ini, sebanyak 20.000 lebih nasabah adalah merupakan nasabah prioritas yang dimiliki Standard Chartered secara nasional. Nah, produk baru yang dirilisnya tersebut diharapkan bisa menggenjot jumlah nasabah prioritas Standard Chartered hingga 15-20 persen di tahun ini.

"Di catatan kami, dari 20.000 lebih nasabah prioritas, yang memiliki produk wealth management sebesar 70 persen," ulas Bambang.

Sementara layanan baru berbasis platform digital tersebut adalah Online Mutual Funds dan SmartGoals, dan satu produk proteksi yaitu NewTravelPro.

Dua layanan tersebut membantu nasabah Prioritas Standard Chartered Bank dalam melakukan transaksi reksa dana secara online melalui SC Mobile atau iBanking. SC Mobile dan iBanking adalah dua layanan digital yang otomatis akan dimiliki oleh setlap nasabah Standard Chartered Bank.

"Dengan layanan Online Mutual Funds, nasabah Prioritas Bank akan dimudahkan dalam melakukan transaksi reksa dana, seperti pembelian, pengalihan, dan pencairan secara online," jelas Bambang.

Sedangkan SmartGoals merupakan layanan yang pertama kali ada di Indonesia yang menggabungkan perencanaan finansial sederhana dengan strategi alokasi investasi yang disesuaikan kemampuan keuangan dan profil investasi masing-maslng nasabah Standard Chartered Bank.

SmartGoals memudahkan nasabah Prioritas untuk berinvestasi secara rutin dan juga tetap dapat mengikuti perkembagan nilai investasinya secara online.

Untuk melengkapi pelayanan kami kepada nasabah Priority Banking dalam hal proteksi, Standard Chartered Bank bekerja sama dengan Allianz akan meluncurkan produk Asuransi perjalanan. NewTravelPro.

Sementara itu terkait seminar WoW, dihadiri sebanyak 500 nasabah akan menghadiri seminar bertajuk kondisi ekonomi global maupun nasional itu.

Penyelenggaraan seminar menginjak tahun ke-15 tersebut memandu nasabah dalam berinvestasi. Selain di Surabaya, kegiatan seminar WoW itu juga akan diadakan di Bandung, Jakarta, dan Medan yang keseluruhan akan dihadiri total 2.500 nasabah priority banking.

"Kami sudah adakan sejak 2004 lalu di mana pada saat itu kami juga perkenalkan produk baru yang belum banyak diketahui masyarakat, yaitu reksadana. Kami sudah adakan sejak 2004 lalu di mana pada saat itu kami juga perkenalkan produk baru yang belum banyak diketahui masyarakat, yaitu reksadana," jelas Bambang.

Nah, wealth management ingin membantu nasabah Standard Chartered Bank mengenai pemilihan produk investasi yang sesuai dengam profil risiko nasabah dan tujuan finansial. kbc7

Bagikan artikel ini: