Top! Jokowi putar balikkan logika tanah dikuasai elite yang jadi jargon kampanye Prabowo dan Gerindra

Rabu, 20 Februari 2019 | 11:43 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-KH Maruf Amin, Hasto Kristiyanto, mengatakan, Jokowi pada debat kedua lalu mampu memberikan jawaban menohok soal penguasaan lahan yang begitu luas oleh Prabowo. Hal itu utamanya demi menunjukkan kebijakan politik pertanahan Jokowi yang berpihak kepada perlindungan tanah untuk rakyat kecil.

"Jawaban Jokowi tersebut telah memutarbalikkan logika tanah dikuasai elite yang selama ini menjadi jargon kampanye Prabowo hingga Amien Rais," kata Hasto Kristiyanto, Rabu (20/2/2019).

Menurut Hasto, Jokowi telah menunjukkan politik pertanahan untuk rakyat hanya bisa dilakukan oleh pemimpin baik. Yakni pemimpin yang menempatkan kepentingan rakyat di atas segalanya, yang memahami hakikat tanah untuk rakyat.

"Pemimpin baik dipastikan tidak akan mengambil kebijakan bagi-bagi lahan, atau pemberian izin besar-besaran atas penguasaan lahan kepada elite sebagaimana terjadi di pemerintahan sebelumnya," ujarnya.

Karena itulah mengapa politik pertanahan Jokowi membuat kehebohan. Sebab sosok seperti Prabowo dengan tanahnya yang begitu luas, dan demikian halnya dengan Amien Rais dengan lahan-lahannya di Yogyakarta, langsung mati kutu. Jargon kampanye tanah dikuasai elite pun menjadi tidak laku.

"Jargon itu dipatahkan oleh politik pertanahan kerakyatan Jokowi tersebut," tegas Hasto.

Di sisi lain, lanjutnya, kebersamaan Jokowi dengan KH Maruf Amin akan semakin memperkuat kebijakan politik pertanahan Jokowi. Sebab sosok KH Maruf Amin sebagai ulama mampu hadir sebagai pengayom di dalam menyelesaikan berbagai konflik atas tanah.

Maka itu, di pemerintahan Jokowi-Amin nanti, sertifikasi lahan rakyat akan menjadi kebijakan yang semakin masif. "Artinya, sertifikasi lahan rakyat adalah bukti negara hadir di era pemerintahan Jokowi," ujarnya.

"Pemimpin baik menempatkan hak rakyat atas tanah sebagai prioritas. Selamat tinggal jargon Prabowo. Sebab ternyata dia menjadi bagian dari segelintir elite yang menguasai lahan yang begitu luas tersebut," ujar sekjen PDI Perjuangan itu. kbc9

Bagikan artikel ini: