Yuk ke The Best of Street Food Batam, nikmati sensasi kuliner Kepri

Jum'at, 22 Februari 2019 | 16:26 WIB ET
Menpar Arief Yahya
Menpar Arief Yahya

BATAM – Buat kalian yang hobi wisata kuliner atau pemburu makanan enak, Batam menjadi daerah yang wajib masuk dalam list perjalanan selanjutnya. Di sini, kalian bisa menikmati beragam sajian yang menggugah selera, dari makanan ringan hingga makanan berat. Sensasi rasa yang ditawarkan pun beragam. Mau coba?

Asdep Bidang Pemasaran I Regional I Kemenpar Dessy Ruhati menyatakan, Batam menjadi surganya kuliner karena daerah ini dihuni beragam etnis yang membawa citarasa masakan berbeda. Paduan bumbu dan rempah menyatu dengan bahan-bahan pilihan, menghadirkan menu spesial yang sulit dicari di wilayah lain. Kekayaan kuliner itulah yang kemudian mengilhami industri setempat untuk menggelar event bertajuk ‘The Best of Street Food’, 2-3 Maret nanti di Batam View, Nongsa, Kepri.

Sebagai daerah yang memiliki banyak potensi bahari, Batam tak lepas dari masakan jenis seafood. Beberapa wisatawan yang sering ke Batam, mereka mengaku sangat ketagihan dengan sup ikan. Meski terkesan biasa, kabarnya sup ikan menjadi kesayangan para pelancong yang berkunjung ke Batam. Mereka bilang tak afdol jika ke Batam tidak menyantap sup ikan.

“Sup ikan yang sangat melegenda di Batam adalah Sup Ikan Yongkee. Meski bahan utamanya berasal dari ikan, tetapi tidak tercium bau amis sama sekali. Sup tersebut justru terasa segar. Kombinasi rasa gurih, asam dan asin, sangat pas di lidah,” ujarnya, Jumat (21/2).

Berikutnya ada gong gong. Seafood yang selintas mirip keong ini tersedia hampir di semua restoran yang menawarkan olahan laut. Baik di kelong-kelong maupun di tempat-tempat santap di pusat perbelanjaan. Saking populernya, gong gong juga diubah dalam format makanan yang lebih variatif. Misalnya keripik dan pangsit gong gong.

“Makanan ini umumnya disajikan dengan sambal. Sambal inilah yang memberikan rasa nikmat karena gong gong sendiri sebenarnya hambar. Dengan cocolan sambal, gong gong akan terasa nikmat dan bikin ketagihan,” terangnya.

Masih dari keluarga seafood, ada jenis makanan bernama kapis. Laksana gong gong, kapis pun sangat disarankan untuk dicicipi saat berkunjung ke Batam. Rasa kapis nyaris sama dengan gong gong, tetapi lebih familiar di lidah. Kapis adalah kerang laut dengan ukuran yang cukup besar dan lumayan populer di sejumlah wilayah di Indonesia.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizky Handayani menambahkan, untuk makanan yang lebih mengenyangkan, wisatawan bisa memesan mie lendir. Meski namanya terdengar aneh, tetapi rasanya benar-benar nendang. Ini adalah salah satu makanan khas Batam yang wajib dicoba. Dalam sepiring mie lendir, terdapat kombinasi empat rasa sekaligus, yaitu asin, pedas, gurih dan manis.

“Rasa manis didapat dari bumbu mie lendir, gabungan antara kacang tanah dan ubi jalar. Sementara rasa gurih didapat dari udang dan ayam. Biasanya, udang dan ayam dihancurkan bersama bumbu. Sehingga, walau tidak tampak gumpalan ayam ataupun udang, rasa gurih dari dua jenis daging itu tetap terasa kuat,” urainya.

Mie lendir seringkali disajikan dengan tauge rebus dan cabai rawit yang diiris tipis-tipis. Sebagai pelengkap, penjual seringkali menambahkan taburan kerupuk atau emping. Beberapa terdapat yang disajikan begitu saja. Mie lendir dapat dicicipi di nyaris seluruh kopitiam yang terdapat di Kota Batam.

Berikutnya ada Mie Tarempa. Sekilas, mie tarempa mirip dengan kwetiaw. Bentuknya pipih, tetapi ukurannya lebih kecil. Teksturnya lembut dan empuk. Cenderung lumak, karena begitu masuk ke mulut, mie yang panjang bisa terputus sendiri tanpa perlu digigit.

Mie tarempa tergolong kuliner yang otentik dan langka. Sudah tersohor di kalangan pecinta kuliner Nusantara. Namun begitu, sangat sulit mencari keberadaan mie tarempa di luar Provinsi Kepulauan Riau. Karena itu, bagi wisatawan yang berkunjung ke Kepri, wajib berburu mie tarempa sebelum memutuskan pulang.

“Dimasak bersama campuran rempah dari berbagai daerah, mie tarempa semakin menggungah selera dengan suwiran ikan tongkol. Ada tiga penyajian mie tarempa. Berkuah, nyemek-nyemek, dan kering. Meski cara penyajian berbeda, tapi ketiganya memiliki bumbu dasar yang sama,” ungkapnya.

Sementara bagi yang ingin makanan ringan atau jenis camilan, Kabid Pemasaran area II Asdep Pengembangan Pemasaran I Regional I Kemenpar Diana Tikupasangada menyarankan untuk mencoba prata. Makanan khas India ini lumayan populer di Batam. Hampir setiap penjaja sarapan pagi menawarkan menu tersebut. Apalagi, prata khas Batam sudah dimodifikasi sedemikian rupa, sehingga rasanya pas di lidah orang Indonesia.

“Takaran bumbu yang disajikan tidak sekental prata India. Meski demikian, tidak meminimalisir kelezatan prata tersebut. Ada beberapa pilihan rasa prata, mulai dari original, telur, dan pedas. Prata biasanya disantap dengan kuah ayam sehingga rasanya lebih nikmat,” ucapnya.

Terakhir, silakan coba bingka bakar. Selain bisa dinikmati secara langsung, kue ini cocok dibawa pulang sebagai oleh-oleh. Biasanya, makanan ini dijadikan sebagai makanan pembuka sebelum sarapan.

“Kue khas Melayu ini memiliki dua bentuk, bulat atau bunga. Sajian ini tidak hanya disukai turis lokal, tetapi juga wisatawan dari Singapura dan Malaysia. Rasa original kue ini adalah pandan. Namun sekarang banyak varian rasa seperti pandan keju, coklat, wijen, dan lain-lain,” tandasnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menuturkan, kuliner merupakan bisnis yang sempurna karena porsinya besar hingga 40 persen. Sayangnya, kuliner Indonesia saat ini belum memiliki national food. Ini karena Indonesia memiliki banyak makanan khas di daerah-daerah.

“Berdasarkan data yang ada, untuk pariwisata, sebanyak 30-40 persen pengeluaran orang adalah di kuliner. Dari ekonomi kreatif di Indonesia, 40 persen merupakan kuliner, 20 persen fashion, dan 15 persen craft,” bebernya.(*)

Bagikan artikel ini: