Holding BUMN perkebunan patok target produksi CPO 2,3 juta ton

Jum'at, 22 Februari 2019 | 21:25 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT Perkebunan Nusantara III (PTPN) selaku holding BUMN perkebunan menargetkan produksi 2,3 juta ton minyak kelapa sawit mentah (CPO) tahun ini. Adapun 1,2 juta ton di antaranya akan digunakan untuk mendukung program biodiesel dengan campuran minyak nabati 20% (B20).

Direktur Utama PTPN III Dolly Pulungan menyatakan perusahaan berkomitmen untuk memaksimalkan program B20 untuk ketahanan energi. “Langkah ini dilakukan dengan memaksimalkan sinergi dengan BUMN bidang energi,” kata Dolly di Jakarta, Jumat (22/2/2019).

Dolly menjelaskan PTPN bakal bekerja sama dengan Pertamina untuk penyediaan bahan baku CPO sebanyak 1,2 juta ton untuk program B20. Sianya sebesar 1,1 juta ton akan diekspor untuk menambah devisa negara.

Selain CPO, Dolly menyebutkan perusahaan juga berfokus pada pengembangan karet, gula, teh, kopi, dan kakao. Nantinya, hilirisasi industri berbahan baku komoditas strategis bakal terus didorong agar berkontribusi terhadap perekonomian negara.

Untuk jangka panjang,  PTPN menargetkan bisa berkontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar Rp 80 triliun pada 2022. Proses transformasi ke sektor hilir, perseroan akan memanfaatkan penerapan teknologi, pengembangan riset, serta inovasi industri 4.0.“Kami yakin akan menghasilkan kinerja keuangan yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan kesejahteraan karyawan dan perekonomian masyarakat disekitar perkebunan,” ujar Dolly.

Sebagai informasi saja, perseroan saat ini memiliki luas areal lahan sekitar 1,1 juta hektare yang tersebar di pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan, Nusa Tenggara, dan Sulawesi. Secara keseluruhan, lahan yang sudah bersertifikat Hak Guna Usaha (HGU) seluas 1 juta hektare dan (Hak Pengelolaan Lahan) HPL sekitar 4.300 hektare.

Sementara itu, untuk meningkatkan sejeahteraan karyawan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan bakal mempertimbangkan pemberian hak kelola lahan bagi karyawan PTPN. Pembagian lahan ini bertujuan supaya karyawan memiliki komitmen tinggi untuk menjaga perkebunan di Tanah Air.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno menyatakan Presiden meminta supaya karyawan yang mengabdi di atas 10 tahun bisa mendapatkan lahan seluas 1.000 meter persegi. Jokowi meminta BUMN untuk memperhatikan kesejahteraan karyawan. “Sehingga mereka mendapatkan ketenangan tinggal di sana dan punya tempat permanen,” kata Rini.kbc11

Bagikan artikel ini: