Permudah konsumen dapatkan spare part motor, MPM buka gerai ERRO

Jum'at, 22 Februari 2019 | 22:31 WIB ET

SIDOARJO, kabarbisnis.com: PT Mitra Pinasthika Mulia (MPM) selaku distributor motor dan suku cadang motor Honda wilayah Jawa Timur dan Nusa Tenggara Timur (NTT) membuka gerai part shop dengan ERRO. Langkah ini untuk memenuhi dan memudahkan konsumen motor Honda dalam memenuhi kebutuhan akan spare part dan menjamin keaslian serta ketersediaan spare part di jaringan resmi.

Part Division Head MPM, Hari Subagiyo mengatakan, ERRO sendiri merupakan rebranding dari brand sebelumnya yakni MEPS. Ini merupakan gerai ke-3 setelah sebelumnya ada di Malang dan Kediri.

"Dengan dibukanya gerai ketiga ini, harapannya untuk bengkel AHASS dan konsumen motor Honda khususnya di Sidoarjo dan sekitarnya bisa lebih mudah, pasti dan ada jaminan keaslian akan spare part dan oli Honda," katanya pada peresmian gerai ERRO di Sedati, Sidoarjo, Jumat (22/2/2019).

Pihaknya sendiri akan terus memperkuat pasar spare part dengan menambah tujuh gerai spare part ERRO di beberapa kota di Jawa Timur pada tahun ini, sejalan dengan target pertumbuhan penjualan 12%.

Beberapa kota yang akan dilakukan penambahan gerai ERRO di antaranya di Kabupaten Malang,  Jember, Madiun, Bojonegoro, Tulungagung, dan Kupang.

"Kami akan percepat pengembangan toko agar bisa memenuhi kebutuhan pasar. Bukan hanya end user langsung tapi juga bengkel-bengkel AHASS dan bengkel mitra kami," ujarnya.

Hingga saat ini, MPM telah melayani 1.550 jaringan penjualan spare partyang terdiri atas 705 jaringan AHASS dan 845 toko spare part umum.

Presiden Direktur MPM Suwito menambahkan, penjualan spare part Honda berkontribusi 8% terhadap total penjualan MPM. Namun, penjualan spare part MPM terhadap total penjualan spare part secara nasional mencapai 15%.

"Tahun lalu, pertumbuhan penjualan melampaui target yang awalnya 13% tapi bisa mencapai 15%. Ini karena kondisi ekonomi cukup baik dan didukung oleh cuaca yang mendukung sehingga sektor pertanian berkembang dan bisa membeli kendaraan," jelasnya.

Untuk tahun ini, dia bilang, penjualan spare part MPM ditargetkan lebih rendah dari capaian tahun lalu mengingat ada momen politik yang cukup membuat masyarakat wait and see. Selain itu, pada semester pertama tiap tahun, umumnya kondisi cuaca kurang baik sehingga bisa berdampak pada sektor pertanian.

"Meski ada tahun politik, tapi kami yakin di semester kedua ini akan ada peningkatan pasar karena setelah ada Pemilu, lalu ada Lebaran," imbuhnya.

Selain melakukan penjualan spare partmelalui gerai ritel dan jaringan AHASS, MPM juga sudah mulai masuk ke marketplace online seperti Tokopedia dan Bukalapak guna memudahkan konsumen mendapatkan komponen motor. kbc7

Bagikan artikel ini: