Cetak sejuta entrepreneur di Surabaya, ini cara Syaiful melalui Action University

Selasa, 26 Februari 2019 | 06:41 WIB ET
Syaiful M Soemarsono bersmaa pelaku UMKM yang dibinanya.
Syaiful M Soemarsono bersmaa pelaku UMKM yang dibinanya.

SURABAYA, kabarbisnis.com: Pemerintah terus mendorong terwujudnya wirausaha (entrepreneur) baru dii Tanah Air. Selain hal itu diharapkan bisa menciptakan lapangan kerja, juga bisa berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Guna ikut membantu ambisi pemerintah tersebut, Action University mulai melakukan aksi dengan membantu peningkatan sumber daya manusia (SDM) baik di kalangan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) maupun korban pemutusan hubungan kerja.

Founder Action University, Syaiful M Soemarsono mengatakan, melalui komunitas yang tergabung di Action University, pihaknya ingin masyarakat bisa meningkatkan kesejahteraan dan tumbuh berkembang bersama.

"Melalui komunitas ini, kita punya misi untuk membantu program pemerintah mewujudkan sejuta entrepreneur baru di setiap kota," katanya di Surabaya, akhir pekan lalu.

Syaiful punya hitung-hitungan, jika pihaknya bisa menciptakan 1 juta wirausaha baru dan masing-masing memiliki 10 karyawan, akan ada puluhan juta orang yang terbantu untuk bisa meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Action University, lanjut dia, hanya bersifat sebagai fasilitator bagi calon pengusaha dengan menyajikan materi-materi training yang terarah.

“Kami menjadi fasilitator atau jembatan bagi mereka yang ingin taraf hidupnya berubah. Dengan gerak bersama, maka kita bisa berhasil bersama. Se tidaknya materi kami ini menjadi solusi untuk menghindarkan dari bisnis yang rugi,” ujar Syaiful.

Untuk menjadi anggota Action University, lanjutnya, investasi peserta sebesar Rp 3,5 juta sebagai bentuk barter materi yang sebenarnya dana pendaftaran tersebut dialokasikan ke lembaga sosial, seperti panti asuhan yang sudah bekerja sama dengannya.

Banyak cara yang dilakukannya, mulai menjalani bisnis dengan bermodall kartu kredit, urunan murah untuk beli rumah, investasi emas, dan sebagainya.

“Komunitas Action University ini non profit. Sebab setiap anggita baru yang berinvestasi Rp 3,5 juta tersebut, itu pun kami distribusikan ke Rumah Tahfidz, panti asuhan dan lainnya. Sedangkan untuk kepemilikan kartu kredit, itu sebagai alat bisjisnya. Tapi kalau belum punya kita akan bantu karena Action University sudah bekerja sama dengan sejumlah bank. Jadi, 100 persen dana tersebut disumbangkan,” jelasnya.

Syaiful mengklaim Action University saat ini sudah beranggotakan sekitar 1.500 orang di Surabaya. Dan saat ini pihaknya tengah menjajaki ekspansi ke sejumlah kota, seperti Malang, Makassar, hingga Jakarta. kbc7

Bagikan artikel ini: