Dafam siap operasikan Villa Kayangan di Ubud, Bali

Selasa, 26 Februari 2019 | 11:33 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Nama besar Bali sudah demikian lekat dengan budaya dan seni. Betapa tidak? masyarakatnya begitu menjunjung tinggi kelestarian adat-istiadat warisan nenek moyang yang tercermin dari kehidupan sehari-hari. Merupakan pemandangan awam melihat seorang wanita Bali menghaturkan Canangsari (sesaji yang berisikan aneka bunga) setiap pagi sebelum melakukan aktifitas sehari-hari.

Hal ini dipercaya agar segala aktifitas yang akan dikerjakan sejak pagi itu akan berjalan lancar dan diberkati Yang Maha Kuasa. Sebuah contoh paling sederhana dari budaya yang tidak tergerus jaman moderen era digital seperti saat ini.

Hal lain yang tidak dapat dipisahkan dari Bali adalah Seni, Sebut saja Tari Kecak dan Tari Barong yang meskipun namanya sudah mendunia namun keasliannya tetap terjaga,kedua hal yang tetap bertahan inilah  budaya dan seni, yang menjadi daya tarik utama bagi pelancong dari seluruh dunia membanjiri Bali dari tahun ke tahun 

Keunikan dan keunggulan Pulau Dewata itu pula yang mandasari PT Dafam Hotel Management (DHM) untuk menambah pengelolaan properti di area Bali bekerjasama dengan PT Bali Resort Eksotis untuk pengelolaan “Villa Kayangan “ Tegallalang Ubud Bali yang akan beroperasional pada bulan Mei 2019.

Public Relation Manager Dafam Hotel Management (DHM), Ninik Haryanti melalui keterangan tertulisnya, Senin (25/2/2019) mengatakan, sebelumnya DHM mengoperasikan Hotel Dafam Savvoya Seminyak Bali, Villa Savvoya Seminyak Bali dan Mola2 Resort Gili Air Lombok.

Penandatanganan MOU telah dilakukan pada Sabtu, 23 Februari 2019 oleh Anak Agung Gde Anom Raharja selaku Direktur Utama PT Bali Resort Eksotis dengan Andhy Irawan, CEO PT. Dafam Hotel Management.

Berada pada ketinggian kurang lebih 500 meter dpl dengan banyak sungai dan ngarai yang melewatinya, Villa Kayangan menempati lahan seluas 2700 m2 berada di kawasan persawahan yang menyejukan dengan konsep Villa Resort dengan “wooden” dan di kelilingi oleh “rice field” dan teras dengan fasilitas 12 Villa, Restaurant, Sanken Bar, main pool dan juga private pool dengan kategori kamar,Private Villa, Pool Side Villa dan Exclusive Villa. Keunggulan lain Villa Kayangan adalah hanya 15 menit ke pusat Ubud Monkey Forest, museum Antonio Blanco, selain itu 10 menit menuju Tegalalang Rice Teras,30 menit ke Tirta Empul,Tampak Siring,Pasar Sukawati dan 1,5 jam menuju Bandara.

Dengan lingkungan yang masih alami, Ubud menjadi inspirasi bagi para seniman, denyut nadi kehidupan masyarakat Ubud tidak bisa di di pisahkan dari kesenian sehingga mudah disana untuk menemui galeri-galeri seni, selain area persawahan Petulu Gunung tempat habitat pelestarian Bangau Putih, Persawahan Ceking Tegalalang yang menjadi objek wisata, di beberapa tempat juga tersedia trek khusus untuk meniti jalan di persawahan mau berjalan kaki ala trekking,bersepeda santai atau melaju di jalur off-road dengan ATV akan menjadikan Ubud sebagai pilihan wisata di Pulau Bali.

Ubud berada sekitar 25 km sebelah utara Kota Denpasar. Untuk menuju Ubud dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan. Sekitar 1 jam dari Kota Denpasar. Meski tak memiliki pantai yang juga menjadi salah satu daya tarik wisata Bali, Ubud menawarkan segudang keindahan alam lainnya, pentas seni budaya, serta hasil kerajinan masyarakat yang eksotis  tempat yang pernah menjadi lokasi pembuatan film “ Eat,Pray & Love “ ini menawarkan keindahan alam pedesaan bagi siapapun yang ingin menjelajahinya. kbc7

Bagikan artikel ini: