E-commerce dituding jadi biang membanjirnya produk impor, ini kata pengusaha

Rabu, 27 Februari 2019 | 06:53 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kalangan pelaku usaha e-commerce di Tanah Air mempertanyakan tudingan bahwa pihaknya disebut-sebut menjadi gerbang baru untuk masuknya serbuan produk impor ke Indonesia.

Ketua Asosiasi e-Commerce Indonesia (idEA) Ignasius Untung menegaskan, adanya produk impor di e-commerce bukan salah dari perusahaanya. Menurutnya yang menjadi masalah adalah minimnya produk dalam negeri yang diminati pasar.

"Kalau bicara dikotomi lokal dan impor, sering kali dibebankan perdagangannya. Padahal problem-nya diproduksinya. Contoh kalau Indonesia tidak punya produk lokal, pedagang jual 100% impor. Masa yang salah pedagangnya?" ujarnya di Roemah Kuliner, Jakarta, Selasa (26/2/2019).

Menurut Untung, sebesar apapun upaya dari pemerintah maupun pelaku e-commerce untuk mencegah produk impor akan sulit jika dari sisi produksinya di dalam negeri tidak mampu berkompetisi.

"Seperti sarang burng walet, itu yang bisa masuk ke China produk dari Malaysia. Padahal Malaysia juga dari Indonesia. Itu karena kita tidak bisa melakukan quality control. Malaysia itu ambil yang bagus, yang jelek dibalikin. Jadi itu perlu diperbaiki kita sulit bersaing dengan barang impor," imbuhnya.

Lagi pula, barang impor itu menurut Untung sudah pasti memiliki kualitas yang baik. Sehingga perlu upaya keras untuk mengalahkannya. 

"Jadi isunya harus dilebarkan jangan hanya dibebankan ke perdagangannya," tegasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: