Samsung masih jadi ponsel terlaris di Indonesia, Xiaomi tempel ketat

Kamis, 28 Februari 2019 | 06:31 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Canalys, salah satu perusahaan riset konsumen global, menyebut Indonesia sebagai pasar ponsel paling cerah di Asia Pasifik dengan pengapalan ponsel pada 2018 meroket 17,1% dibandingkan tahun 2017.

Disebutkan Canalys, tahun 2018 mencetak rekor dengan pengiriman perangkat tertinggi mencapai 38 juta. Sedangkan, laporan untuk kuartal keempat 2018 sendiri, total pengiriman smartphone di Indonesia mencapai 9,5 juta unit, dengan pertumbuhan sebesar 8,6% dari tahun ke tahun (YoY).

Ini menandakan kondisi pasar ponsel Indonesia ini terbilang membaik dari tahun-tahun sebelumnya usai dampak dari aturan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) yang diterapkan oleh pemerintah. Selain itu, faktor pelemahan rupiah terhadap dollar AS juga jadi tantangan bagi pasar ponsel untuk terus melaju. 

"Pasar smartphone Indonesia berada di puncaknya. Perkembangan ini tak lain dipicu oleh pertumbuhan saluran online, seperti halnya selera makanan dari konsumen untuk peningkatan," kata Research Manager Canalys Rushabh Doshi dikutip dari siaran persnya, Rabu (27/2/2018).

"Pada saat yang sama, merek-merek baru bergabung. Sementara pertumbuhan tahun ini sebagian dari merupakan koreksi karena merosotnya dalam dua tahun terakhir, Indonesia kembali berada di puncak daftar pasar di mana pengiriman smartphone akan terus tumbuh karena peraturannya yang relatif stabil dan lingkungan sosial dibandingkan negara lain," tuturnya.

Samsung jadi raja pasar ponsel Indonesia untuk kuartal keempat 2018 mengungguli merek-merek asal China. Samsung tumbuh 21,5% dari YoY dengan penguasaan pasar sebesar 25,4%. Canalys menyebutkan faktor ini disebabkan vendor Korea Selatan itu model seri J yang diperbarui, J4+ dan J4+.

Xiaomi berada di posisi runner up dengan pengiriman dua juta unit pada kuartal yang mencatat pertumbuhan YoY tertinggi hingga 132%. Vendor China ini menguasai market share 20,5%. Secara keseluruhan Xiaomi telah mengapalkan juta unit di tahun 2018.

Berbeda dengan Xiaomi, Oppo justru berada dalam tekanan karena membukukan pertumbuhan kuartal paling lama sejak Q3 2017. Secara YoY, Oppo hanya naik 0,8 dengan penguasaan pasar 19,5% hingga membuatnya ada di posisi ketiga.

Lalu, di urutan ke-4 ada vendor China lainnya, yaitu Vivo yang menguasai pasar ponsel Indonesia 15,9%. Dan, posisi ke-5 ditempati oleh brand nasional Advan dengan market share 4,1%. kbc10

Bagikan artikel ini: