Terus pacu ekspor, Semen Indonesia bidik pasar baru di luar negeri

Jum'at, 1 Maret 2019 | 08:36 WIB ET
Kepala Departemen Komunikasi Perusahaan PT Semen Indonesia Tbk Sigit Wahono.
Kepala Departemen Komunikasi Perusahaan PT Semen Indonesia Tbk Sigit Wahono.

GRESIK, kabarbisnis..com: PT Semen Indonesia Tbk mencatatkan pertumbuhan penjualan 5,8 persen pada tahun 2018 dibanding tahun sebelumnya. Volume penjualan pada 2018 mencapai 33,2 juta ton, meningkat dibanding tahun sebelumnya yang hanya mencapai 31,3 juta ton.

Kepala Departemen Komunikasi Perusahaan PT Semen Indonesia, Sigit Wahono menjelaskan, dari pertumbuhan sepanjang 2018, kontribusi yang paling besar pertumbuhannya adalah penjualan ke luar negeri. "Pada 2018 pertumbuhan penjualan semen di pasar ekspor mencapai 68,7 persen, sedangkan pasar domestik hanya tumbuh 1,2 persen," kata Sigit di Gresik, belum lama ini.

Sigit mengaku, lesunya pertumbuhan penjualan di pasar domestik tak lepas dari kondisi yang oversupply, di mana perusahaan di sektor produksi semen bertambah. Maka dari itu, lanjut Sigit, demi meningkatkan pertumbuhan penjualan pada 2019, pihaknya akan terus mendorong penjualan ekspor.

"Kami siapkan pengembangan pasar-pasar baru seperti di Australia. Tahun lalu kami sudah ekspor ke sana dan responnya positif," ujar Sigit.

Selain Australia, lanjut Sigit, pasar luar negeri yang juga potensial untuk pemasaran semen adalah Sri Lanka, Bangladesh, Filifina, dan beberapa negara di Afrika. Negara-negara tersebut dijadikan target karena produksi semen di sana terbilang masih kurang. Sehingga negara-negara tersebut mengimpor semen dari negara lain, dan salah satu yang diminati adalah semen dari Indonesia. kbc9

Bagikan artikel ini: