Yuk, ikuti hackathon pacu UMKM-Wisata Banyuwangi berhadiah puluhan Juta

Senin, 4 Maret 2019 | 09:24 WIB ET

BANYUWANGI - Pemkab Banyuwangi menggandeng startup teknologi ritel mikro Warung Pintar menggelar ajang Hackathon Pintar 1.0, 29-30 Maret mendatang. Ajang kompetisi ini bertujuan menggali ide untuk memacu kinerja UMKM dan pariwisata.

Chief Technology Office Warung Pintar Sofian Hadiwijaya mengatakan, untuk mengenalkan acara tersebut, telah digelar Road to Hackathon Pintar 1.0, Jumat (1/3), yang mendapat respons tinggi dari kaum muda Banyuwangi dan sekitarnya. 

Road to Hackathon Pintar 1.0 memperkenalkan mekanisme kompetisi, cerita inspirasi tim teknologi Warung Pintar, membahas tantangan UMKM dan pariwisata serta solusinya. Acara dihadiri BRI sebagai bank yang membuka akses data API (Application Program Interface) untuk startup yang ingin berinteraksi dengan pelanggan BRI.

“Hackathon Pintar 1.0 mengusung spirit pariwisata dan UMKM pintar sebagai. Kami mengajak anak muda se-Indonesia untuk membawa perubahan dengan bersama-sama mencari solusi bagi permasalahan UMKM dan pariwisata di Banyuwangi,” kata Sofian di Banyuwangi, Sabtu (2/3). 

Hackathon sendiri adalah ajang “pekan retas” pengembangan ide teknologi untuk tujuan tertentu. Di Banyuwangi, ditujukan untuk pengembangan wisata dan UMKM. Di acara itu, semua stakeholder pengembangan perangkat lunak dan perangkat keras berkolaborasi, mulai pemogram komputer, desainer grafis, hingga desainer antarmuka, untuk menciptakan proyek yang bermanfaat bagi UMKM dan wisata Banyuwangi.

“Ayo semua pihak mengikuti ajang penggalian solusi untuk memacu kinerja UMKM dan pariwisata ini. Bisa daftar lewat online hingga 15 Maret. Tanggal 22 Maret akan diumumkan 50 tim yang lolos dan mengikuti Hackathon Day pada 29-30 Maret 2019,” ujar Sofian.

"Kompetisi ini terbuka untuk anak muda seluruh Indonesia. Disiapkan hadiah Rp30 juta untuk ide terbaik. Bupati Banyuwangi Azwar Anas juga menjadi juri dalam seleksi tim ini," imbuhnya.

Sofian mengatakan, Banyuwangi dipilih sebagai tempat ajang hackathon ini lantaran perkembangannya yang pesat beberapa tahun terakhir.

“Banyuwangi dikenal sebagai salah satu destinasi wisata dengan perkembangan pesat. Sektor pariwisata dan UMKM adalah salah satu tulang punggung pertumbuhan ekonomi di Banyuwangi. Revolusi Industri 4.0 mendorong usaha mikro hingga besar untuk turut memanfaatkan teknologi agar mampu bersaing,” ungkap Sofian.  

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menyambut gembira ajang kompetisi teknologi rintisan ini. 

"Kami berharap Hackathon pertama di Banyuwangi ini menjadi kesempatan anak muda mengasah kreativitas dan ikut terlibat langsung membawa perubahan untuk semakin mengakselerasi kinerja UMKM dan pariwisata di Banyuwangi," kata Anas. 

Warung Pintar sendiri adalah platform teknokogi terintegrasi untuk warung tradisional. Pada 30 Maret mendatang, digelar Festival Juragan Pintar yang akan menjadi ajang pertemuan para pemilik Warung Pintar dari berbagai daerah. Di Banyuwangi, Warung Pintar mulai masuk dan bermitra dengan warga untuk meningkatkan daya saing warung-warung rakyat.

Bagikan artikel ini: