Bakal ada terowongan lintasan gajah di tol Trans Sumatera

Selasa, 5 Maret 2019 | 08:56 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengebut pengerjaan proyek Jalan Tol Trans Sumatera, salah satunya ruas Pekanbaru-Dumai sepanjang 131,48 kilometer (Km).

Menariknya, konstruksi ruas tol tersebut rupanya tak hanya diperuntukan bagi para pengguna kendaraan roda empat saja, melainkan juga untuk gajah.

Kepala BPJT, Danang Parikesit mengatakan, di ruas Tol Pekanbaru-Dumai ini juga bakal dibangun 5 perlintasan khusus gajah di Seksi IV dan Seksi V yang melewati Kantong Gajah Balai Raja, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Siak.

"Ini yang menjadi menarik, karena kita harus mengakomodasi dan memastikan Sumatera biodiversity. Salah satu bentuknya, di Tol Pekanbaru-Dumai nanti ada 5 terowongan gajah," ungkapnya dalam sesi diskusi di Kementerian PUPR, Jakarta, Senin (4/3/2019).

Dia mengidentifikasi, salah satu wilayah yang paling banyak dilalui gajah yakni di Bengkalis. Oleh karenanya, BPJT akan berkoordinasi dengan pihak Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam agar pembangunan tol ini tidak mengganggu habitat mereka.

Sebagai informasi, progres pengerjaan Tol Pekanbaru-Dumai saat ini mencapai 37,12 persen. Tol ini sendiri memiliki 6 seksi, dengan rincian Seksi I (Pekanbaru-Minas) sebesar 50,85 persen, serta Seksi II (Minas-Petapahan/Kandis Selatan) sebesar 39,47 persen.

Lalu, Seksi III (Petapahan-Kandis Utara) sebesar 47,33 persen, Seksi IV (Kandis-Duri Selatan) sebesar 30,70 persen, Seksi V (Duri Selatan-Duri Utara) sebesar 24,06 persen, dan Seksi VI (Duri Utara-Dumai) mencapai 37,59 persen.

Danang melanjutkan, ruas pertama dari tol Trans Sumatera yang akan segera bisa dioperasikan yakni Seksi I Pekanbaru-Minas sepanjang 9,5 km, tepatnya pada akhir tahun ini. "Pekanbaru-Dumai Seksi I progres konstruksinya mendekati 51 persen. Diharapkan bisa beroperasi Desember 2019," ujar Danang. kbc10

Bagikan artikel ini: