Investor asing tertutup bagi industri non 4.0

Rabu, 6 Maret 2019 | 21:21 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berkomitmen melakukan proteksi kepada industri 1.0 (pertama), 2.0 (kedua), dan 3.0 (ketiga) atau industri lama dengan tidak mengizinkan investor asing masuk. Hal itu dilakukan agar pengembangan ketiga industri tersebut selaras dengan upaya peningkatan industri 4.0 yang sedang diupayakan pemerintah.

“Pemerintah memastikan, industri 4.0 di Indonesia tidak akan menggantikan penerapan ketiga era industri itu yang masih beroperasi,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartato dalam keterangan pers di Jakarta, Rabu (6/3/2019).

Airlangga menuturkan di industri ketiga yang telah menggunakan mesin otomatis, manusia dan mesin pun tidak akan ditinggalkan. Melalui pemanfaatan teknologi digital, Airlangga optimistis akan terjadi lompatan besar di seluruh sektor manufaktur Indonesia.

Berdasarkan data Kemenperin, pada 2014 penanaman modal yang masuk ke sektor industri manufaktur mencapai Rp 195,74 triliun dan terus mengalami peningkatan mencapai Rp 222,3 triliun di 2018. Dari peningkatan investasi tersebut, penyerapan tenaga kerja mencapai 18,25 juta orang di 2018.

“Dengan jumlah itu berarti telah berkontribusi sebesar 14,72 persen terhadap total tenaga kerja nasional,” katanya.

Selain dapat menyerap tenaga kerja, menurutnya, peningkatan investasi di sektor industri manufaktur tercatat konsisten dan membawa efek berantai yang luas bagi perekonomian, seperti optimalisasi nilai tambah sumber daya alam domestik dan penerimaan devisa ekspor.kbc11

Bagikan artikel ini: