Pembangunan perumahan meleset dari target Renstra

Senin, 11 Maret 2019 | 08:27 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Realisasi pembangunan di sektor perumahan rakyat meleset dari target yang dipatok Rencana Strategis (Renstra) Perumahan 2015-2019.  Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) beralasan keterbatasan pendanaan menjadi penyebabnya.  

Dirjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR  Khalawi Abdul Hamid mengatakan rendahnya capaian target dari program-program penyediaan perumahan itu sebagian besar diakibatkan kurangnya alokasi anggaran yang tersedia dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) .Khalawi menyebutkan pada Renstra untuk pembangunan rumah susun sesuai target 2015-2019, jumlah rusun yang seharusnya dibangun mencapai 550.000 unit rusun.

Namun karena terbatasnya anggaran menyebabkan selama empat tahun terakhir berjalan, realisasi pembangunannya  tidak lebih dari 9,10%."Jadi targetnya memang tidak direvisi, tapi sesuai perintah Pak Menteri (PUPR), yang penting kita maksimalkan uang yang kita punya," ujar Khalawi di Jakarta, akhir pekan lalu.

Khalawi menguraikan dari keseluruhan program penyediaan perumahan yang dijalankan pemerintah, hanya pembangunan rumah khusus saja yang capaiannya mendekati 50% dari target atau terbangun sebanyak 24.463 dari total target sebanyak 50.000 rumah khusus selama 5 tahun."Tapi yang pasti kita inovasi terus, supaya nanti tidak malu kita, karena targetnya tidak tercapai," tuturnya.

Sebagai informasi saja, capaian target program penyediaan perumahan sejak 2015-2019 awal kemarin yaitu rumah susun (Rusun), tercapai sebanyak 50.031 unit rumah, dari targetnya 550.000 unit rumah.

Kemudian untuk rumah khusus, pemerintah berhasil membangun 24.446 unit rumah khusus, dari total target 50.000 unit rumah khusus. Kemudian untuk program PSU rumah umum, sepanjang 2015-2019 tecatat sebanyak 117.512 unit rumah, dari total target 676.950 unit rumah.

Terakhir adalah capaian dari program rumah swadaya pada tahun 2015-2019 yang tercapai sebanyak 700.669 unit rumah swadaya, dari sebanyak 1.750.000 yang ditargetkan pemerintah.kbc11

Bagikan artikel ini: