Ekonomi digital jadi andalan pertumbuhan investasi

Senin, 11 Maret 2019 | 18:28 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Tren investasi di sektor ekonomi digital bergeming di saat pertumbuhan ekonomi global mengalami perlambatan. Bahkan realisasi dan minat investasi pada sektor ini justru menunjukkan gejala pertumbuhan yang signifikan.

Riset Google dan Temasek menyebutkan Indonesia memiliki market size ekonomi digital yang besar, mencapai US$27 miliar dan berpotensi menjadi US$100 miliar pada tahun 2025. Selain itu, aliran investasi asing mencapai US$20 sampai US$25 miliar per tahun dimana 10 % merupakan sumbangan dari sektor ekonomi digital.

"Arus modal di ekonomi digital ke Indonesia masih kencang. Kami tidak melihat trennya menurun atau melemah. Sementara tren pertumbuhan ekonomi global, semua kawasan mulai dari Eropa, Tiongkok, dan AS, semua menurunkan target pertumbuhan ekonominya," ujar Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong di Jakarta, Senin (11/3/2019).

Menurutnya, tingkat minat dan realisasi investasi di sektor ini menunjukkan ekonomi digital dapat menjadi salah satu andalan untuk menyelamatkan investasi asing langsung (foreign direct investment/ FDI). Thomas menyebut kondisi yang baik itu juga terlihat dari data pertumbuhan omzet startup digital di Indonesia yang tidak mengalami keterlambatan.

"Arus modal dari digital dan startup jadi andalan kita untuk menyelamatkan investasi internasional di samping smelter atau logam," imbuhnya.

Lembong mengharapkan pihaknya terus dapat berusaha membantu mengurai permasalahan yang dihadapi sektor industri terutama ekonomi digital."Perkembangan industri startup yang cukup cepat ini harus segera direspons oleh pemerintah, terutama BKPM , sebagai lembaga yang melaksanakan fungsi pelayanan dan pelaksanaan penanaman modal," pungkasnya.kbc11

Bagikan artikel ini: