Pertajam pasar bahan furnitur, VIRO gandeng REHAU

Selasa, 12 Maret 2019 | 07:17 WIB ET
Salah satu hasil produk anyaman furnitur
Salah satu hasil produk anyaman furnitur

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT Polymindo Permata, pemasok bahan furnitur anyaman sintetis dengan merek VIRO merangkul REHAU, produsen berbahan dasar polimer asal Jerman di berbagai sektor industri. Kolaborasi dua produsen guna memproduksi brand RAUCORD yang diharapkan akan meningkatkan penetrasi pasar baik domestik mapun ekspor .

“Sebagai perusahaan Indonesia, tentunya menjadi kebanggaan tersendiri bagi VIRO menjalin kerjasama dengan perusahaan sekelas REHAU. Kami berharap kolaborasi ini dapt terus mendukung perkembangan industri manufaktur bahan anyam furnitur dalam negeri ,” ujar Executive Vice President PT Polymindo Permata Johan Yang kepada wartawan yang selanjutnya diikuti penandatangan nota kesepahaman (MoU) dengan Chairman for South East Asia , REHAU Ltd di Jakarta, Senin (11/3/2019).

Kolaborasi dengan REHAU ini, harap Johan nantinya dapat memberikan transfer teknologi bagi industri lokal. Dengan begitu akan tercipta produk yang memiliki inovasi ,namun tetap mencirikan kreasi lokal serta didukung jaringan pemasaran yang kuat baik pasar domestik maupun global.

Nantinya, seluruh produk RAUCORD dan Virofiber yang dipasarkan Indonesia dan seluruh dunia akan diproduksi di pabrik VIRO yang berlokasi di Tangerang. “Kolaborasi bersama REHAU ini, dapat memberikan transfer teknologi bagi industri lokal. Dengan begitu akan tercipta produk yang memiliki inovasi ,namun tetap mencirikan kreasi lokal serta didukung jaringan pemasaran yang kuat baik pasar domestik maupun global,” harapnya.

Johan menerangkan produk VIRO sebagai material baik indoor dan outdoor bangunan memiliki keunggulan dibandingkan produk sejenis yakni ramah lingkungan ,minim perawatan dan memiliki durabilitas hingga sepuluh tahun. Karenanya keterikatan yang kuat antara industri pariwisata dan pariwista nasional, maka mayoritas pasarnya merupakan resort dan bisnis yang erat kaitanya komunitas gaya hidup milineal.

Sementara David mengatakan, REHAU melihat Indonesia merupakan pasar properti yang tetap memiliki prospektif . Setidaknya, lebih dari 50% populasi penduduk di Asia Tenggara berada di Indonesia dengan Gross Produk Domestik Bruto yang terus bertumbuh. Meski perusahaannya juga bergerak di sektor konstruksi dan otomotif sejak 20 tahun telah berbisnis di Indonesia, dia meyakini akan mampu membuat produk yang selangkah lebih maju dari segi inovasi manufaktur bahan furnitur.

Sebagai informasi, produk kolaborasi kedua perusahaan diharapkan sudah dapat tersedia di kuartal empat tahun ini Booth bersama antara VIRO dan REHAU juga dapat ditemui di IFEX 2019 yang akan berlangsung dari 11-14 Maret di JIExpo, Kemayoran, Jakarta.kbc11

Bagikan artikel ini: