Bappenas minta pelaku e-commerce mulai kurangi produk China

Rabu, 13 Maret 2019 | 07:24 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro mengimbau para pelaku e-commerce untuk lebih memprioritaskan produk usaha mikro kecil menengah (UMKM) Tanah AIr, dan mulai mengurangi menjual serta belanja barang asal China.

Namun demikian, pemerintah enggan mematok kewajiban penjualan barang dalam negeri di dalam marketplace tersebut. Bambang menjelaskan pemerintah hanya ingin mendorong agar marketplace bisa menjadi salah satu wadah strategis bagi produk indonesia.

"Kurang tepat kalau harus dibatasi sekian persen, yang bisa kita dorong adalah himbauan atau dorongan agar terutama ada dua, pertama fasilitasi dari pemerintah untuk memeprtemukan potensial produsen yaitu yang dari umkm terutama dengan pihak market platformnya," ujar Bambang, Selasa (12/3/2019).

Bambang menjelaskan dengan marketplace yang sedang berkembang saat ini bisa menjadi wadah yang baik untuk para produsen yang selama ini mengeluhkan soal penetrasi pasar. Melalui marketplace, kata Bambang, hubungan antara produsen dan konsumen bisa lebih dekat.

"Kadang market platform tidak kenal dengan siapa produsennya. Dan produsen tidak tahu bagaimana menjual produknya platform tersebut. Tugas pemerintah bukan membuat aturan membelit tetapi memfasilitasi supaya hubungannya lancar," ujar Bambang.

Saat ini kata Bambang jika dirinci marketplace Indonesia masih didominasi barang barang dari China. Komposisinya bahkan mencapai 70 persen dari barang yang dijual di marketplace. Ia berharap komposisi antara produk China dan dalam negeri bisa seimbang.

"Paling tidak kita jangan didominasi, lebih bagus di atas 50 persen. Tapi untuk e-commerce dari luar paling tidak 50 persen lah produk dari dalam negeri. Lebih banyak lebih baik," ujar Bambang. kbc10

Bagikan artikel ini: