Gubug Jahe binaan Rumah Zakat siap jadi produk unggulan desa ini

Kamis, 14 Maret 2019 | 07:46 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Ada yang berbeda dari Sentra Industri Olahan Jahe Desa Bandar Kecamatan Bandar, Pacitan yang merupakan binaan Rumah Zakat, "Gubug Jahe", Rabu (13/3/2019). Karena mendapat kunjungan rombongan pembina lomba desa, yakni istri Camat, Kades dan pengurus PKK Desa Bandar. Jahe menjadi salah satu komoditas rempah utama di desa Bandar. 

Melimpahnya saat panen menjadikan harga jahe yang cukup bagus terkadang menjadi turun drastis. Oleh sebab itu, relawan inspirasi desa Bandar, yakni Eny Purwanti mengajak kelompok wanita tani mengolah jahe untuk mengantisipasi ketidakstabilan harga pascapanen, dengan mengolah menjadi produk yang bisa dipasarkan.

Jahe diolah menjadi berbagai variasi, antara lain serbuk jahe, jahe instan dan inovasi jahe celup yang menjadi andalan karena cukup banyak diminati pasar.

Pada Maret ini, Desa Bandar akan mewakili kecamatan Bandar untuk mengikuti lomba desa. Penilaian dilakukan pada 20 Maret mendatang.

Dengan pertimbangan kearifan lokal, keunikan dan pembinaan yang berkelanjutan, Produk jahe celup dan olahan jahe dari "Gubug Jahe" binaan rumah Zakat dipercaya untuk menjadi salah satu produk Unggulan Desa Bandar.

Para peserta pun antusias mempertanyakan cara membuat olahan jahe.Dengan sabar istri Kades memaparkan cara membuat olahan minuman jahe.

"Sarinya diambil, ampasnya dimanfaatkan jadi jahe celup bu," ujarnya mencoba memaparkan produk jahe celup.

"Alatnya sebenarnya sederhana, gilingan ini dan alat pres," tambah Sriyanti selaku koordinator usaha Gubug Jahe.

Dengan dijadikannya sebagai salah satu produk unggulan, Sriyanti berharap produk olahan jahe dari "Gubug Jahe" binaan Rumah Zakat bisa menjadi produk yang lebih dikenal masyarakat, meningkatkan serapan pasar dan menjadi salah satu Badan Usaha Milik Masyarakat (Bumas) yang lebih profitable. kbc7

Bagikan artikel ini: