Amankan pasokan listrik Jatim dan Bali saat Pemilu, PLN siagakan 500 personel

Kamis, 14 Maret 2019 | 18:59 WIB ET

SIDOARJO,, kabarbisnis.com: Menjelang perhelatan akbar Pemilihan Umum, Pemilihan Presiden dan Pemilihan Legislatif 2019, PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali ( UIT JBTB) telah melakukan sejumlah persiapan.

General Manager Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali Suroso mengatakan bahwa untuk menjamin keandalan dan keamanan pasokan listrik saat perhelatan tersebut, maka PLN UIT JBTB telah menyiagakan sekitar 500 personel atau sekitar 50 persen dari pegawai PLN UIT JBTB yang akan ditempatkan di sejumlah titik.

Ini merupakan perwujudan dari kesiapan PLN UIT JBTB untuk mengamankan pasokan listrik dalam rangka Pemilu, Pilpres dan Pileg 2019. Menurutnya, PLN UIT JBTB telah sudah sukses melaksanakan tiga siaga besar di tahun 2018, siaga IMF, siaga Konferensi Lingkungan dan Siaga Natal Tahun Baru 2019. Pada tahun ini PLN melaksanakan siaga pemilu. Dan Kantor Pusat telah menetapkan siaga dilakukan mulai 17 Maret hingga 17 Mei 2019.

"Artinya, selama dua bulan sejak Senin depan kita sudah melakukan piket siaga,” tegas Suroso saat memberikan arahan kepada petugas saat gelar pasukan siaga Pemilu 2019 di kantor PLN UIT JBTB di Taman Sidoarjo, Kamis (14/3/2019).

Ia menegaskan bahwa kondisi kelistrikan di Jatim dna Bali saat ini sangat an, andal dan cukup baik. Beban puncak di Jatim mencapai 5.500 MW dan di Bali mencapai 900 MW. Dari total pasokan listrik yang masuk ke jaringan, masih ada surplus sebesar 30 persen. Dan ini digunakan sebagai pengamanan cadangan listrik di kedua wilayah tersebut.

“Tidak hanya personel, kami juga telah menyiapkan material cadangan atau peralatan kelistrikan yang dibutuhkan jika terjadi kendala atau kondisi yang tidak diinginkan. Saat ini di gudang PLN UIT JBTB dalam kondisi baik dan siap digunakan kapanpun dibutuhkan. Beberapa material tersebut diantaranya adalah CT sebanyak 159 unit, PMT sebanyak 62 unit, PMS sebanyak 150 unit dan LA sebanyak 139 unit,” terangnya.

Tidak hanya menjaga keamanan pasokan listrik saat pemilu, PLN UIT JBTB juga menginstruksikan kepada personel siaga pemilu untuk menjaga seluruh aset milik perusahaan, utamanya 10 objek vital nasional yang ada di wilayah Jatim dan Bali. Ke 10 objek vital tersebut diantaranya adalah Gas Insulated Switchgear atau Gas Insulated Substation (GIS), enam unit Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (GITET) dan kabel bawah laut di Jawa-Bali.

“Kalau sampai kabel bawah laut Jawa Bali ini terganggu, maka separuh wilayah Bali.bakal terganggu dan aliran listriknya bisa padam,” pungkasnya.kbc6

Bagikan artikel ini: