Boeing stop sementara terbangkan pesawat 737 Max di seluruh dunia

Jum'at, 15 Maret 2019 | 07:10 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Boeing Co, produsen pesawat asal Amerika Serikat akhirnya menghentikan sementara operasional semua pesawat 737 Max di seluruh dunia yang saat ini mencapai 317 unit. Hal ini sebagai upaya untuk meraih kembali kepercayaan publik terhadap faktor keselamatan produknya.

Keputusan tersebut diambil Boeing setelah berkonsultasi dengan Administrasi Penerbangan Federal AS (FAA), Badan Keselamatan Transportasi Nasional AS (NTSB), otoritas penerbangan, dan pelanggannya di seluruh dunia.

"Keselamatan merupakan nilai inti Boeing membangun pesawat selama ini, dan akan selalu begitu. Tidak ada prioritas yang lebih besar bagi perusahaan dan industri kami," sebut Dennis Muilenburg, CEO Boeing seperti dikutip Kompas.com dari laman resmi Boeing, Kamis (14/3/2019).

yang kami bisa untuk memahami penyebab kecelakaan dalam kemitraan dengan para penyelidik, menyebarkan peningkatan keselamatan, dan membantu memastikan ini tidak terjadi lagi,” tambah dia.

Boeing juga menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh penumpang yang telah menjadi korban dalam 2 kejadian yang menimpa pesawat 737 Max-8.

"Atas nama seluruh tim Boeing, kami menyampaikan simpati terdalam kami kepada keluarga dan orang-orang terkasih dari mereka yang telah kehilangan nyawa dalam dua kecelakaan tragis ini," kata Dennis.

Boeing pun memastikan merekomendasikan hal ini kepada FAA dan mendukung keputusan otoritas penerbangan AS itu.

Sementara Pemerintah Indonesia sendiri melalui Kementerian Perhubungan telah resmi melarang seluruh pesawat terbang Boeing 737 Max 8 milik maskapai nasional mulai hari ini.

Selain itu, 45 negara lainnya seperti Amerika Serikat, Singapura, dan Turki juga telah melarang operasional pesawat Boeing 737 Max untuk sementara waktu. kbc10

Bagikan artikel ini: