Per Januari, utang luar negeri tembus Rp5.476,21 triliun

Jum'at, 15 Maret 2019 | 17:20 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Utang luar negeri Indonesia naik pada Januari 2019. Salah satu penyebabnya adalah penguatan nilai tukar rupiah yang membuat utang luar negeri dalam valuta asing terlihat meningkat.

Berdasarkan data Bank Indonesia, Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada Januari 2019 adalah US$ 383,3 miliar atau sekira Rp 5.476,21 triliun dengan kurs saat ini. Naik 7,2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

ULN itu terdiri dari US$ 190,2 miliar utang pemerintah dan BI serta US$ 193,1 miliar utang swasta dan BUMN. Dibandingkan Desember 2018, ULN Indonesia naik US$ 5,5 miliar.

"Posisi ULN meningkat karena neto transaksi penarikan ULN dan pengaruh penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sehingga utang dalam rupiah yang dimiliki oleh investor asing tercatat lebih tinggi dalam denominasi dolar AS," jelas keterangan tertulis BI, Jumat (15/2/2019).

Dari sisi pemerintah, ULN naik 3,7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan ULN pemerintah lebih tinggi ketimbang Desember 2018 yaitu 3,1% year-on-year (YoY).

"Kenaikan posisi ULN pemerintah memberikan kesempatan lebih besar bagi pemerintah dalam pembiayaan belanja negara dan investasi pemerintah. Sektor-sektor prioritas yang dibiayai melalui ULN pemerintah antara lain sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial, sektor konstruksi, sektor jasa pendidikan, sektor administrasi pemerintah, pertahanan, dan jaminan sosial wajib, serta sektor jasa keuangan dan asuransi," papar keterangan BI.

Sementara di sisi swasta, pertumbuhan pada Januari adalah 10,8% YoY. Melambat dibandingkan bulan sebelumnya yaitu 11,5% YoY. Perlambatan tersebut terutama disebabkan oleh pertumbuhan ULN sektor industri pengolahan dan sektor jasa keuangan dan asuransi yang melambat.

Sementara itu, pertumbuhan ULN sektor pertambangan dan sektor pengadaan listrik, gas, uap/air panas (LGA) mengalami peningkatan dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya. Pangsa ULN di keempat sektor tersebut terhadap total ULN swasta mencapai 74,1%," sebut keterangan BI.

Menurut bank sentral, ULN Indonesia tetap sehat karena rasionya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) stabil di kisaran 36%. Rasio tersebut masih sejalan dengan negara-negara yag sekelompok (peer countries).

"Bank Indonesia dan Pemerintah terus berkoordinasi untuk memantau perkembangan ULN dan mengoptimalkan perannya dalam mendukung pembiayaan pembangunan, dengan meminimalisasi risiko yang dapat mempengaruhi stabilitas perekonomian," tulis keterangan BI. kbc11

Bagikan artikel ini: