Kemegahan Aceh dirilis melalui 100 CoE 2019 di Kemenpar

Jum'at, 15 Maret 2019 | 18:56 WIB ET
Menpar Arief Yahya
Menpar Arief Yahya

JAKARTA – Kemegahan 100 event wisata digelar Aceh sepanjang 2019. Tiga diantaranya 100 Top Event Nasional 2019. Gong-nya akan digaungkan saat launching Calendar of Event (CoE) Aceh pada Jumat (22/3). Kontennya sangat lengkap dengan basic budaya dan alam.

 

Nantikan kemeriahan launching 100 CoE Aceh 2019, Jumat (22/3). Venuenya berada di Gedung Sapta Pesona Kemenpar, Jakarta. Launching tersebut akan dilakukan langsung oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya. Hadir juga Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah. Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani mengungkapkan, ragam ekostis Aceh akan ditebar sepanjang 2019.

 

“Pastikan Aceh sebagai destinasi utama pariwisata di sepanjang 2019. Alam dan budaya Aceh ini sangat eksotis. Akan ada banyak sekali event yang digelar di sana. Untuk merasakan atmosfer kemeriahannya, silahkan datang saat launching nanti,” ungkap Rizki, Kamis (14/3).

 

Beragam inspirasi besar ditebar Aceh. Tema yang diapungkan adalah Aceh Hebat Melalui Ragam Pesona Wisata. Warna kemeriahan yang ditawarkan 100 event mulai dari konsep alam, budaya, sport tourism, hingga petualangan. Semuanya disajikan unik dan menarik dengan nuansa khas Aceh. Kiki-sapaan dari Rizki-menambahkan, Aceh selalu menawarkan program unggulan.

 

“Aceh ini luar biasa. Mereka selalu menawarkan konsep-konsep unggulan bagi para wisatawan. Akan ada banyak experience yang bisa dirasakan. Dan, semua ini tidak didapatkan di destinasi lain. Jadi mulai persiapkan perjalanan menuju Aceh,” lanjut Kiki.

 

Dari sebaran CoE Aceh 2019, 3 diantaranya berstatus 100 Top Event Nasional. Event itu adalah Aceh Culinary Festival, Saman Gayo Alas Festival, dan Aceh International Diving Festival. Ketiga event ini selalu menjadi magnet terbaik untuk menarik kunjungan wisatawan. Memiliki 3 slot di 100 Top Event Nasional menjadi bukti kekuatan destinasi pariwisata bumi Serambi Mekah.

 

“Aceh destinasi wisata besar. Semua aspek sangat mendukung. Memiliki 3 agenda yang masuk dalam 100 Top Event Nasional tentu luar biasa. Cermati tata waktu penyelenggaraan eventnya dari sekarang. Pastikan yang terbaik hanya ada di Aceh,” terang Asisten Deputi Strategi dan Komunikasi I pada Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Hariyanto.

 

Ada banyak kejutan yang akan ditampilkan bumi Serambi Mekah. Aceh Culinary Festival 2019 akan digelar 5-7 Juli. Festival ini menjadi display kuliner terbaik dari Aceh yang kaya rempah. Untuk Saman Gayo Alas Festival 2018 dihelat 18 Agustus. Festival ini jadi galeri terbaik budaya Aceh. Penyajiannya masif. Satu yang fenomenal, yaitu Tari Saman. Tarian ini diakui UNESCO sebagai warisan dunia.

 

Bagaimana dengan 1 event lain? Aceh International Diving Festival 2019 akan dilaksanakan 6-7 Oktober. Event ini jadi spot terbaik berkumpulnya para diver dunia. Mereka berasal dari puluhan negara. Para diver ini tertarik dengan eksotisnya perairan Aceh. Sebab, bumi Serambi Mekah ini memiliki banyak spot untuk menyelam dengan beragam treatment.

 

“Kami berikan komposisi terbaik dalam CoE Aceh 2019. Semua jadi representasi kekuatan pariwisata di Aceh saat ini. Semuanya diekplorasi secara maksimal. Dari banyak event yang akan dilaunching, ada 3 yang masuk 100 Top Event Nasional. Untuk tahun ini, kami sudah siapkan banyak inovasi,” papar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Jamaluddin.

 

Memiliki kombinasi konten terbaik, Aceh pun menjelma jadi destinasi berlibur dunia. Masuk melalui Bandara Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang, Aceh Besar, ada 29.213 wisman yang berkunjung di 2018. Dari jumlah tersebut, dominasi ditunjukan oleh 24.210 orang wisatawan Malaysia. Untuk wisatawan dari Eropa berjumlah 1.870 orang.

 

“Aceh selalu menarik untuk dikunjungi. Alam, budaya, dan kulinernya memang yang terbaik. Dengan beragam event digelar 2019, arus masuk wisman dijamin akan semakin besar. Selain atraksinya, aspek aksesibilitas dan amenitas Aceh juga sangat bagus. Aceh ini juga menjadi destinasi utama kapal pesiar dunia,” tutup Menteri Pariwisata Arief Yahya. (*)

Bagikan artikel ini: