Sekardangan jadi pilot project Kampung Bebas Narkoba di Sidoarjo

Sabtu, 16 Maret 2019 | 14:34 WIB ET

SIDOARJO, kabarbisnis.com: Kegigihan warga RT 23 RW 07 Sekardangan Sidoarjo dalam memajukan desanya kian menggelora. Setelah sukses dengan program kampung bebas sampah, kali ini kampung tersebut juga menerapkan kehidupan bersih dari narkoba dan telah dinobatkan sebagai pilot project Kampung Bebas Narkoba oleh Polresta Sidoarjo.

Salah satu rangkaiannya yaitu kegiatan jalan sehat dan senam sekaligus sosialisasi kegiatan Kampung Bebas Narkoba bersama para warga di Kelurahan Sekardangan yang dilaksanakan pada hari Sabtu (16/3/2019). Kegiatan jalan sehat dilakukan dengan berkeliling wilayah Sekardangan dengan diiringi musik patrol dan membawa mock up yang berisi himbauan tentang bahaya narkoba dan ajakan hidup sehat. Dalam acara tersebut juga dilakukan penandatanganan komitmen warga untuk ikut mendukung wilayahnya menjadi Kampung Bebas Narkoba.

Edi Priyanto, Ketua RT.23 RW.07 Kelurahan Sekardangan, Sidoarjo ditengah kegiatan jalan sehat dan senam bersama mengatakan, warganya sangat antusias dan menyambut positif ajakan Polresta Sidoarjo untuk menciptakan Kampung Bebas Narkoba di wilayahnya.  

“Warga kami menyadari harus ada upaya dan langkah nyata untuk ikut serta dalam pencegahan terhadap penyalahgunaan narkoba dengan mendukung Polresta Sidoarjo menjadikan lingkungan kami sebagai pilot project kampung bebas narkoba di Sidoarjo”, ujar Edi.

Penunjukan RT.23 RW.07 Kelurahan Sekardangan, Sidoarjo sebagai pilot project Kampung Bebas Narkoba tidak dilakukan dengan tiba-tiba, namun melalui proses seleksi dan beberapa pertimbangan. Salah satunya hal yang menonjol adalah  bahwa wilayah tersebut merupakan daerah yang bebas dari permasalahan dan kasus peredaran narkoba, disamping wilayah tersebut pada tahun 2018 lalu menjadi juara pertama dalam lomba Siskamling se-Kabupaten Sidoarjo. Wilayah tersebut saat ini juga telah menjadi role model pengelolaan sampah yang dikenal dengan Kampung Edukasi Sampah di Sidoarjo.

Sebelumnya Polresta Sidoarjo melakukan survey dan wawancara langsung kepada masyarakat, dan ternyata semua warga mendukung positif, sehingga selanjutnya Polresta Sidoarjo melakukan proses pendampingan untuk mewujudkan Kampung Bebas Narkoba.

Kegiatan awal mewujudkan Kampung Bebas Narkoba dengan mengundang rapat koordinasi dengan melibatkan para warga RT.23, Pengurus RT, Pengurus RW, Lurah Sekardangan, Camat Sidoarjo, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat.

Pelaksanaan penyuluhan dan sosialisasi tentang bahaya narkoba dilakukan secara berkala setiap minggu, dengan melibatkan anak-anak, remaja, karang taruna (millennial) hingga para orang tua di lingkungan Kelurahan Sekardangan. Juga telah dilakukan tes urine kepada seluruh warga RT.23 RW. 07 Kel. Sekardangan, dan hasil pemeriksaan secara keseluruhan  dinyatakan negatif.

Tak hanya itu, guna memupuk kebersamaan dan kedekatan antara polisi dengan warga, Wakapolresta Sidoarjo, AKBP M. Anggi Naulifar Siregar, SIK, MSi beserta jajarannya pada tanggal 15 Maret 2019 melakukan kegiatan safari sholat subuh berjamaah bersama warga Sekardangan, dilanjutkan sarapan bersama.

Sebagai bentuk dukungan dan motivasi kepada warga RT. 23 RW.07 Kel. Sekardangan sebagai pilot project Kampung Bebas Narkoba, setelah kegiatan Safari sholat subuh berjamaah yang telah diselenggarakan secara rutin dilingkungan Polresta Sidoarjo, Wakapolresta Sidoarjo melakukan kunjungan lapangan untuk melihat langsung lokasi pilot project Kampung Bebas Narkoba.

Diagendakan Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Zain Dwi Nugroho, SH, SIK, MSi dan Bupati Sidoarjo H. Saiful Illah akan ikut hadir menyaksikan deklarasi Kampung Bebas Narkoba di Sidoarjo tersebut.

Beberapa kegiatan positif yang dilakukan dalam keluarga maupun melalui lingkungan rumah warga RT.23 Sekardangan tersebut diyakini mampu mengeliminir meluasnya peredaran dan pengaruh narkoba. “Selain dengan edukasi berupa sosialisasi dan penyuluhan menggunakan beberapa media publikasi, juga dilakukan penggalakan aktivitas fisik dan interaksi sosial dengan permainan tradisional seperti gobak sodor, boi-boian, engklek, ular tangga serta olahraga seperti sepakbola, bulutangkis, yang merupakan kegiatan yang positif dan menarik minat mereka”, pungkas Edi. kbc6

Bagikan artikel ini: