Jumlah penumpang susut, Etihad rugi US$1,28 miliar di tahun lalu

Minggu, 17 Maret 2019 | 17:44 WIB ET

DUBAI, kabarbisnis.com: Maskapai Etihad Airways melaporkan kerugian sebesar 1,28 miliar dollar AS pada tahun 2018. Penyebab kerugian tersebut antara lain penurunan jumlah penumpang, serta merosotnya pendapatan kargo.

Dikutip dari Gulf News, Minggu (17/3/2019), ini adalah tahun ketiga kerugian yang diderita Etihad. Maskapai asal Uni Emirat Arab ini pun melaporkan pendapatan sebesar 5,86 miliar dollar AS, merosot dibandingkan 6 miliar dollar AS pada 2017.

Pada tahun 2016, Etihad mengalami kerugian sebesar 1,95 miliar dollar AS dan 1,52 miliar dollar AS. Dengan demikian, total kerugian yang diderita Etihad selama tiga tahun terakhir adalah 4,75 miliar dollar AS.

Meski begitu, Etihad menyatakan kinerja operasional intinya sudah membaik. Etihad menyatakan pula telah menekan biaya sebesar jutaan dollar AS.

"Sejak memulai program transformasi lima tahun pada 2017, maskapai telah memperbaiki kinerja operasional inti sebesar 34 persen meskipun kondisi pasar masih menantang dan ada efek kenaikan harga bahan bakar," ujar pihak Etihad dalam pernyataannya.

Dari sisi jumlah penumpang, Etihad mengangkut 17,8 juta penumpang sepanjang tahun 2018. Jumlah tersebut turun dibandingkan 18,6 juta pada tahun sebelumnya.

Sementara itu, pendapatan kargo pada tahun 2018 dilaporkan sebesar 827 juta dollar AS pada 2018, merosot dibandingkan 877 juta dollar AS pada 2017. Adapun lalu lintas kargo juga turun 21 persen dari 4,3 miliar menjadi 3,4 miliar cargo freight tonne kilometer. kbc10

Bagikan artikel ini: