Menteri Jonan usulkan harga Pertamax disubsidi

Selasa, 19 Maret 2019 | 20:56 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Menteri energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengusulkan mulai  tahun depan pada Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2020 skema subsidi diberikan kepada Pertamax.

Jonan menjelaskan langkah ini lebih efektif dibandingkan saat ini mensubsidi Premium meski tidak memakai APBN dan menjadi beban Pertamina. Jonan beranggapan mensubsidi Pertamax jauh lebih efektif. Sebab, kata dia konsusmi negara sedang semangat untuk beralih ke energi bersih.

Apalagi, menurut Jonan ada banyak program pembangunan kilang dengan standar Euro 4 yang sedang dilakukan Pertamina. Budaya masyarakat untuk memakai bahan bakar dengan kualitas lebih baik harus bisa didorong.

"Ke depan perlu dipertimbangkan soal sebaiknya kita memang mensubsidi bahan bakar yang beroktan tinggi saja. Misalnya pada APBN 2020 mendatang. Misalnya, subsidi ke Pertamax saja," ujar Jonan usai Rapat Kerja dengan Komisi VII DPR  di Jakarta, Selasa (19/3/2019).

Mantan Menteri Perhubungan ini menegaskan  nantinya Premium yang saat ini berada di harga Rp 6.450 per liter dilepas saja sesuai dengan harga keekonomian Premium yang berada di angka kisaran Rp 7.000 per liter. Namun ia belum bisa merinci berapa besaran subsidi yang akan ditetapkan untuk Pertamax.

"Yang lain tidak di subsidi, jadi yang gunakan besar itu bahan bakar ramah lingkungan. Ini bahas, periode tahun selanjutnya APBN 2020," ujar Jonan.

Senada dengan Jonan, Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Gerindra Kardaya Warnika menilai mensubsidi bahan bakar dengan kualitas lebih baik jauh lebih efisien ketimbang mensubsdi bahan bakar yang juga memilki dampak lingkungan yang buruk.

Kardaya mengatakan semangat subsidi Pertamax ini juga mendorong terciptanya energi bersih. "Kalau memang niatnya mau mendorong konsusmi masyarakat ke bahan bakar berkualitas, ya, yang disubsidi Pertamax saja misalnya," pungkasnya.kbc11

Bagikan artikel ini: