Poin tuntutan banyak tertuju ke Grab, mediasi tetap dilakukan manajemen GOJEK

Selasa, 19 Maret 2019 | 22:41 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.comPenyampaian aspirasi ribuan mitra pengemudi transportasi online Jawa Timur yang tergabung dalam Front Driver Online Tolak Aplikator Nakal (Frontal) berlangsung damai. Meski mayoritas poin tuntutan lebih ditujukan kepada GRAB, mediasi tetap dilakukan oleh GOJEK.

Kantor perwakilan GOJEK dan GRAB di Surabaya memang menjadi tujuan dari aksi yang disebut-sebut melibatkan sekitar tiga ribu mitra driver itu. Beberapa poin aspirasi disampaikan pada kesempatan tersebut.

Beberapa poin tuntutan seperti order prioritas berlaku di GRAB. Aplikator asal Malaysia itu juga dituntut para mitra terkait sistem bonus.

Sebaliknya, sistem order prioritas tidak ada di GOJEK. Meski begitu, mediasi tetap dilakukan oleh manajemen aplikator asal Indonesia itu dengan para perwakilan mitra pengemudi. 

”Di GOJEK memang tidak ada order sistem prioritas. GOJEK berkomitmen untuk terus meningkatkan kemudahan dan kenyamanan mitra driver dalam bekerja. Kami telah menerapkan sistem alokasi order yang baru,” ungkap VP Corporate Affairs GOJEK, Michael Say, di Surabaya, Selasa (19/03).

Pada sistem yang baru itu, kedekatan dengan titik lokasi bukanlah satu-satunya parameter dalam pembagian order. Order dari konsumen akan disebarkan kepada mitra yang berada pada radius tertentu. Kemudian, mitra yang paling rajin (tidak pilih-pilih order) dan memiliki rating tinggi berpeluang lebih besar untuk mendapatkan order tersebut. 

Jumlah mitra driver yang berbuat curang menggunakan Fake GPS dapat berkurang. ”Sistem baru ini juga secara tidak langsung membuat pengguna mendapat kualitas pelayanan yang lebih baik,” terusnya.

Berkenaan dengan skema insentif, menurutnya, insentif merupakan bonus tambahan yang diberikan GOJEK demi menjaga kualitas layanan. ”Skema insentif akan selalu menyesuaikan dengan kondisi pasar karena tujuan utama skema insentif adalah untuk mengupayakan titik temu terbaik antara permintaan pelanggan dan ketersedian mitra GOJEK,” Michael menerangkan.

Khusus di Surabaya, saat ini GOJEK tetap akan memberlakukan sistem insentif yang baru. Sistem tersebut akan memberikan peluang yang lebih besar bagi lebih banyak mitra driver untuk mendapatkan bonus. 

Terkait itu, GOJEK memiliki sejumlah manfaat untuk para mitra dalam program GOJEK Swadaya. Diberikan sejumlah akses manfaat tambahan di antaranya pengelolaan keuangan, proteksi, dan tabungan berjangka.

Sebanyak 38 ribu mitra driver Surabaya sudah memanfaatkan program GOJEK Swadaya sampai Februari 2019. Tersedia juga akses terhadap tabungan haji, cicilan KPR, tabungan umroh, serta layanan jaminan sosial dari BPJS Ketenagakerjaan.

Adapun tarif berlaku tetap mengacu pada Peraturan Menteri (PM) 118 tentang Taksi Online yang memberlakukan tariff batas bawah Rp3.500 dan batas atas Rp6.000.

Pada intinya, kata Michael, semua aspirasi mitra ditampung oleh GOJEK. Dalam jangka waktu seminggu sejak pertemuan, akan diupdate terkait tiga hal yaitu tariff, pembukaan rekrutmen, dan open suspend.

Walaupun terkait open suspend, GOJEK saat ini sudah menjalankan proses banding masal dan sedang berlangsung. kbc9

Bagikan artikel ini: