Dari 5.518 unit, baru ada 314 SPBU Pertamina yang terapkan digitalisasi

Rabu, 20 Maret 2019 | 07:39 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kepala Badan Pengatur Kegiatan Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Fanshurulla Asa mencatat, dari 5.518 unit SPBU, baru ada 314 unit Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) PT Petamina (Pesero) yang menerapkan digitalisasi hingga Maret 2019.

"Laporan ke kami baru ada 314 SPBU dari 5.518 SPBU," kata Fanshurulah, saat rapat dengan Komisi VII DPR RI, di Gedung DPR Jakarta, Selasa (19/3/2019).

Menurut Fashurullah, program digitalisasi pada kran penyaluran BBM (nozzle) di SPBU rencana selesai pada Desember 2018, namun diperkirakan molor hingga Juni 2019. "Itu kan rencananya Desember selesai. Geser jadi Juni 2019," ujar dia.

Dia pun berharap, program digitalisasi SPBU dilakukan secara merata, sehingga penyaluran BBM tercatat dengan baik dan tepat waktu dan lebih jelas konsumennya. "Ini kalau jalan dengan baik, maka semua terdata, sampaii ke nomer polisi (kendaraan pembeli BBM)," tandasnya.

Sebelumnya, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati menargetkan seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang berjumlah 5.850 outlet sudah menerapkan digitalisasi paling lambat pada Juni 2019. Ini untuk meningkatkan kepastian stok BBM di setiap SPBU dan mendukung program pengurangan transaksi nontunai (cashless).

"Nanti di akhir Maret ditargetkan 3.000 outlet sehingga semua harus selesai di akhir semester ini," kata Nicke.

Dia mengatakan, melalui digitalisasi ini maka semua arus data masuk-keluar BBM di outlet-otlet SPBU seluruh Indonesia akan tercatat secara real time. Proses dilakukan dengan cara memasang perangkat digital pada kran penyaluran BBM ke kendaraan (nozzle) sehingga jumlah BBM yang terjual dapat tercatat secara akurat. kbc10

Bagikan artikel ini: