Permudah pasokan bahan kimia industri migas di Bojonegoro,, Clariant buka fasilitas Supply Base

Rabu, 20 Maret 2019 | 16:13 WIB ET

BOJONEGORO, kabarbisnis.com: Clariant resmi buka fasilitas Supply Base atau tempat penyimpanan produk bahan kimia di Kabupaten Bojonegoro. Langkah ini dilakukan menyusul mulai membaiknya industri minyak dan gas (migas) dalam negeri.

Fasilitas penyimpanan terbaru di Indonesia ini akan memberikan pelanggan Clariant di industri minyak di kawasan tersebut dengan rantai pasokan yang lebih baik dan berkelanjutan dari produk-produk Pour Point Depressants (PPD) dan Drag Reducing Agent (DRA) yang dibuat secara khusus sesuai dengan persyaratan spesifik dari industri minyak.

"Pendirian fasilitas pasokan baru berkapasitas 1000 ton di Bojonegoro ini dapat meningkatkan aksesibilitas produk dan layanan bagi para pelanggan industri minyak di kawasan ini, utamanya untuk perusahaan minyak Exxon Mobil," ujar Clariant Head of Indonesia, Hans Herrel sesaat sebelum peresmian Supply Base di Bojonegoro, Rabu (20/3/2019).

Menurut pengakuannya, sejauh ini Clariant berkomitmen untuk terus memasok kebutuhan bahan kimia berbagai industri di Indonesia, termasuk industri migas yang belakangan mengalami kemerosotan akibat anjloknya harga minyak dunia. Namun pihaknya yakin gelagat yang cukup baik saat ini dengan mulai membaiknya harga minyak akan turut mengerek kinerja industri tersebut.

"Indonesia adalah negara besar dengan jumlah penduduk yang cukup banyak. Dan kami melihat ini akan menjadi pasar yang sangat potensial. Apalagi investasi di industri migas yang sudah ada di sini pastinya untuk jangka waktu yang sangat lama. Inilah yang menjadi salah satu faktor kenapa kami tetap berkomitmen pasok industri ini walaupun kemarin sempat drop, kami tidak nel9hat jangka pendek tetapi melihat jangka panjangnya," tandas Hans.

Saat ini, fasilitas penyimpanan tersebut akan difokuskan untuk menyuplai perusahaan Exxon untuk pemrosesan migas di Lapangan Banyuurip. Tetapi nantinya juga akan dikembangkan di Lapangan Kedung Keris yang rencananya akan mulai beroperasi pada tahun ini. Untuk lapangan Banyuurip, Clariant memasok bahan kimia sekitar 400 ton per bulan yang digunakan dalam pemrosesan minyak dari kandungan lainnya, seperti H2S dan air yang ikut terbawa.

"Jumlah chemical yang diperlukan sangat tergantung pada konsentrasi bahan yang tercampur dalam minyak yang keluar. Dna karakter minyak yang dihasilkan di Bojonegoro ini kandungan H2S nya sangat tinggi," tambah Country Head of BL Oil Services Clariant BU Oil and Mining Services, Istiyarso.

Pada awal pengoperasian, gudang baru ini akan digunakan untuk penyimpanan beberapa produk antara lain Waxtreat Pour Point Depressant untuk para pelanggan Clariant yang beroperasi berdekatan dengan lokasi fasilitas baru tersebut.

Di samping aspek keberlanjutan, fasilitas yang baru didirikan serta layanan rantai pasokan yang telah ditingkatkan di Indonesia tersebut, para pelanggan di sektor minyak di kawasan ini juga dapat memanfaatkan akses kepada keahlian riset dan pengembangan (R&D) Clariant di laboratorium-laboratorium di Frankfurt, Houston dan Malaysia serta kemampuan manufaktur global.

"Desain dan teknik pembuatan bahan pasokan yang ada di fasilitas di Bojonegoro telah melalui proses kontrol kualitas (Quality Control) yang ketat serta uji penyaringan laboratorium yang relevan. Hal ini memperlihatkan inovasi terkini Clariant dan solusi-solusi yang berfokus pada kebutuhan pelanggan, yang disediakan oleh tim ahli lokal, di mana mereka telah menjalani pelatihan, berpengalaman dan memiliki persyaratan keselamatan untuk menjalankan operasi," tutup Head of Clariant’s Business Unit Oil and Mining Services Bernie Kelly.kbc6

Bagikan artikel ini: