Digitalisasi bikin bank-bank besar pangkas jumlah karyawan

Kamis, 21 Maret 2019 | 07:01 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Dalam tiga tahun terakhir telah terjadi perubahan dari sisi sumber daya manusia di industri perbankan. Alih fungsi dan alih tugas perbankan dari karyawan ke mesin atau teknologi membuat jumlah pegawai bank mengalami penyusutan signifikan.

Ekonom Institute For Development of Economics and Finance, Bhima Yudhistira mengatakan, penurunan jumlah pegawai akan menimpa bank dengan modal inti Rp5 triliun hingga lebih dari Rp30 triliun karena memiliki modal besar untuk melakukan digitalisasi bisnis.

“Teknologi dalam jangka panjang itu lebih murah dibandingkan dengan membuka kantor cabang baru yang harus diisi oleh karyawan,” kata dia seperti dikutip Bisnis.com, Rabu (20/3/2019).

Dari sisi bisnis, implementasi teknologi diyakini akan menguntungkan kondisi keuangan perbankan. PT Standard Chartered Bank Indonesia, misalnya, telah menghemat beban operasional dari belanja pegawai pada tahun lalu sekitar Rp 200 miliar.

Secara tahunan , beban gaji tenaga kerja PT Standard Chartered ini turun 18,7 persen menjadi Rp 875 miliar. Efisiensi tersebut adalah imbas dari berkurangnya jumlah pegawai sebesar 4,7 persen secara tahunan menjadi 1.510 orang.

CEO Standard Chartered Bank Indonesia, Rino Donosepoetro mengatakan bahwa hal itu adalah dampak dari transformasi menuju pemasaran dalam jaringan. Namun, penurunan jumlah karyawan bukan berarti perusahaan memberhentikan tenaga kerja. 

“Lebih karena staf kami yang pindah ke bank lain atau industri dan juga karena promosi kami di internal,” kata Rino. kbc10

Bagikan artikel ini: