Danamon target penyaluran kredit di Jatim tumbuh moderat

Jum'at, 22 Maret 2019 | 08:16 WIB ET
Regional Head PT Bank Danamon Surabaya, Andri Y Sambas (tengah) saat memberikan paparan kinerja Danamon di Surabaya.
Regional Head PT Bank Danamon Surabaya, Andri Y Sambas (tengah) saat memberikan paparan kinerja Danamon di Surabaya.

SURABAYA, kabarbisnis.com: PT Bank Danamon Indonesia Tbk atau Bank Danamon menargetkan penyaluran kredit di tahun 2019 akan tumbuh lebih baik dibanding tahun 2018.

Regional Head PT Bank Danamon Surabaya, Andri Y Sambas menuturkan, Sepanjang tahun 2018, penyaluran kredit di wilayah Jatim mengalami peningkatan 3,38 persen. Harapannya tahun 2019 akan tumbuh lebih baik lagi.

"Kami berharap pertumbuhan kredit secara nasional maupun regional di tahun 2019 akan lebih baik dari tahun sebelumnya. Kami harapkan pertumbuhan kredit akan tumbuh moderat mengikuti dengan angka pertumbuhan kredit yang diproyeksikan di industri," ujarnya baru-baru ini di Surabaya.

Asal tahu saja, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memproyeksikan penyaluran kredit perbankan di Jatim tumbuh 10–13 persen. Secara nasional, target penyaluran kredit 13 persen.

Ditambahkan Andri, di tahun 2019 ini, di wilayah Jatim secara umum masih mencatatkan pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen dan di atas angka nasional. Sehingga potensi untuk pertumbuhan sektor industri, perdagangan, dan pembiayaan serta sektor lainnya masih besar.

"Hal itulah yang membuat kami optimis dengan harapan itu, apalagi Jawa Timur tidak hanya sebagai tempat produksi saja, tapi juga pasar, karena jumlah penduduknya yang besar, dan pasar produknya juga meluas hingga ke kawasan Indonesia Timur," ungkap Andri.

Kredit yang dikucurkan Bank Danamon Jatim saat ini paling besar adalah di sektor konsumsi. Antara lain, KPR, modal kerja dan pembiayaan.

Regional SME Head Regional Surabaya, Jemmy Toding menambahkan, di wilayah Jatim, pasar SME atau usaha kecil menengah sangat besar.

"Kami ada beberapa produk terkait pembiayaan untuk SME ini. Dan menjelang Ramadan dan Lebaran tahun ini, kami juga ada program modal usaha perdagangan yang terkait dengan event atau moment," tambah Jemmy.

Sementara untuk Dana Pihak Ketiga (DPK), Bank Danamon di wilayah Jatim sepanjang tahun 2018 lalu mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,90 persen. Dengan jumlah nasabah Bank Danamon di wilayah Jatim mencapai 157.000 nasabah. Angka itu masih menunjukkan kinerja yang positif di wilayah Jatim.

Sementara itu dalam laporan kinerja tahun 2018, Bank Danamon secara nasional mampu membukukan laba bersih setelah pajak (NPAT) sebesar Rp 3,9 triliun, atau tumbuh 7 persen dari tahun sebelumnya.

Pertumbuhan laba ini didorong oleh pertumbuhan dua digit di sejumlah segmen kunci, antara lain Perbankan Usaha Kecil dan Menengah (UKM), Consumer Mortgage, Enterprise Banking serta pembiayaan kendaraan bermotor melalui Adira Finance. Bank juga mencatatkan kualitas aset yang lebih baik, ditandai dengan turunnya rasio biaya kredit (cost of credit ratio) sebesar 30 basis poin menjadi 2,5 persen.

“Sejumlah hal penting terjadi atas Bank Danamon di tahun 2018 lalu, ditandai dengan masuknya investasi dari salah satu institusi keuangan terbesar di dunia, MUFG,” kata Sng Seow Wah, Direktur Utama Bank Danamon melalui siaran tertulisnya.

Portofolio kredit Perbankan UKM tumbuh 10% menjadi Rp 31,2 triliun. Portofolio Enterprise Banking, terdiri dari perbankan korporasi, komersial dan institusi keuangan, tumbuh 11% menjadi Rp 41,5 triliun. Sementara kredit Consumer Mortgage tumbuh 29% menjadi Rp 7,8 triliun.

Untuk pembiayaan kendaraan bermotor, Adira Finance tumbuh 13% secara keseluruhan menjadi Rp 51,3 triliun pada akhir tahun 2018. Kenaikan dua digit ini didukung oleh pembiayaan baru Adira Finance yang tumbuh masing-masing sebesar 15% dan 23% untuk kendaraan roda dua dan roda empat. kbc7

Bagikan artikel ini: