Manfaat Kartu Tani mulai dirasakan petani Garut

Selasa, 26 Maret 2019 | 04:11 WIB ET
(ilustrasi)
(ilustrasi)

GARUT - Kementerian Pertanian (Kementan) mensyaratkan petani memiliki Kartu Tani untuk mendapatkan pupuk subsidi dan bantuan pemerintah lainnya. Dengan memiliki Kartu Tani, petani dipastikan mendapat kuota pupuk subsidi dan non subsidi.

Untuk itu, Kementan mendorong daerah untuk segera menyelesaikan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK), karena RDKK jadi database (pangkalan data) KT dan pembagian pupuk bersubsidi.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Sarwo Edhy mengatakan, dengan kartu tani, program pupuk bersubsidi dapat diterima petani kecil yang selama ini kesulitan mendapatkan pasokan.

“Dengan kartu tani, pemerintah bisa mengetahui dengan tepat data petani yang membutuhkan pupuk dan jumlah pupuk yang dibutuhkan. Oleh karena itu, distribusi pupuk subsidi akan lebih tepat sasaran dan efisien,” ujar Sarwo Edhy, Sabtu (23/3).

Data yang dibutuhkan pemerintah tersebut didapat dari RDKK yang dibuat oleh Kelompok Tani. Sehingga pemerintah dapat mengukur secara tepat jumlah petani dan jumlah pupuk yang dibutuhkan.

“Perbaikan sistem dan validasi e-RDKK terus dilakukan untuk penyaluran pupuk bersubsidi. Sehingga nantinya pupuk bersubsidi bisa lebih tepat sasaran sekaligus sinkron dengan databaseyang akan digunakan sebagai kartu tani,” jelasnya.

Ragam manfaat Kartu Tani ini sudah dirasakan Petani Garut. Salah satunya adalah petani jagung dari Desa Dangdeur Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, Jon Junaidi.

"Punya kartu tani dari 2 tahun lalu, alhamdulilah terbantu. Jadi meskipun pupuk subsidi dicabut nantinya, kita sudah ada kuotanya disitu," ungkap Jon

Dirinya mendapatkan kuota urea 41 kg, NPK 81 Kg, ZA 14 kg dan organik 148 kg untuk 1 musim tanam jagung dengan luasan 350 tumbak atau sekitar 5 hektar.

"Asal kuota masih cukup dan duitnya ada, tinggal datang ke kios terdekat. Terus gesek kartunya," tuturnya. 

Jon menuturkan, banyak teman-temannya yang salah kaprah tentang kartu tani yang sudah diterima. Misalnya saldo kartu yang seharusnya diisi dengan tabungan petani itu sendiri, bukan bantuan tunai dari pemerintah. Kemudian petani bisa membeli pupuk dengan harga subsidi.

"Saya saja kemarin ada sisa saldo Rp 12 ribu untuk dibelikan pupuk urea sebanyak 4 kg," tuturnya. 

Jon menambahkan, dengan adanya kartu tani, dirinya juga dipermudah proses Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk modalnya mengolah jagung. Ini tahun kedua bagi Jon mendapatkan kesempatan KUR untuk pengembangan jagungnya.

"Saya juga bisa belajar menabung. Karena dulu kan buka tabungan, lumayan gede. Sekarang sudah dibukakan sama pemerintah. Kalau ada orang tanya nomor rekening, saya bisa pede jawabnya," tutur Jon.

Bagikan artikel ini: