Ini upaya Kemenperin dorong santri jadi entrepreneur

Selasa, 26 Maret 2019 | 08:57 WIB ET
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto

SRAGEN, kabarbisnis.com: Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong para lulusan pondok pesantren untuk berwirausaha melalui program 'santripreneur'. Dengan begitu, para santri diminta mendalami ilmu agama sekaligus ilmu berwirausaha.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, upaya konkret yang dilakukan pemerintah untuk mendorong jiwa wirausaha para santri, antara lain memfasilitasi dengan alat-alat produksi.

“Misalnya, di Pondok Pesantren Darul Ihsan Muhammadiyah Sragen ini, kami mengirimkan langsung mesin dan peralatan pembuat roti untuk dimanfaatkan para santri agar bisa produktif dan berwirausaha,” kata Airlangga saat mengunjungi Pondok Pesantren Darul Ihsan Muhammadiyah di Sragen, Jawa Tengah, akhir pekan lalu.

Kemenperin melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) memberikan sejumlah bantuan alat produksi: satu unit planetary mixer, satu unit mesin pencampur adonan, satu unit mesin pengembang adonan, satu unit oven, satu unit mesin potong roti, satu unit lemari es, dan satu unit alat perekat plastik.

Kemudian, dua unit meja stainless, 10 unit unit loyang pelengkap oven, satu unit hand mixer, satu unit penggiling adonan manual, satu unit tabung gas beserta regulator dan LPG, satu unit timbangan digital, serta satu unit rak bakery pan.

“Tadi saya memastikan barang yang diserahkan sudah sampai atau belum, ternyata peralatan untuk membuat roti bukan saja sudah sampai tapi sudah dipakai untuk memproduksi roti. Kemenperin dengan senang hati membantu pondok pesantren dengan berbagai peralatan agar bisa semakin produktif menjalakan usahanya,” ucap Airlangga.

Airlangga berharap dengan bantuan peralatan produksi roti tersebut, setelah lulus dari pesantren, para santri dari Pondok Pesantren Darul Ihsan Muhammadiyah Sragen selain menjadi ahli dalam bidang ilmu agama, sekaligus bisa menjadi wirausaha yang andal.

“Jadi, belajar di pesantren, sambil menimba ilmu agama sekaligus sambil berlatih membuat roti, tentunya harus juga bisa menjualnya,” imbuhnya.

Menurut Airlangga, pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan berbasis keagamaan yang telah dikenal sebagai lembaga yang mandiri sekaligus ‘Agent of Development’ yang menjadi panutan dalam kehidupan masyarakat. kbc10

Bagikan artikel ini: