Produk bikinan para napi ini sukses tembus pasar Jepang hingga Eropa

Rabu, 27 Maret 2019 | 08:44 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Jika bisa dibina dan dikaryakan, para narapidana (napi) mampu berbuat hal yang lebih baik. Bahkan mereka mampu menghasilkan produk kerajinan yang bisa menembus pasar ekspor. Tak tanggung-tanggung, produk-produk tersebut masuk ke pasar di Eropa.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, bekerja sama dengan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM), Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melakukan pelatihan terhadap para narapidana. Pelatihan ini dilakukan agar para narapidana tersebut mampu menghasilkan produk yang memiliki nilai jual tinggi.

"Jadi yang didukung itu kan sebetulnya bisa disebut program graduasi agar para masyarakat yang dibina begitu keluar dari lapas bisa mempunyai jiwa wirausaha, punya kompetensi dan kemampuan untuk melanjutkan karir mandiri. Dan itu ada beberapa yang sudah jadi desainer, pengrajin, mempekerjakan tenaga kerja yang cukup bahkan produknya sudah ada yang bisa di ekspor," ujar dia di Kantor Kemenperin, Jakarta, Selasa (26/3).

Produk-produk hasil produksi narapidana ini diekspor ke sejumlah, seperti Jepang, Korea Selatan hingga ke negara-negara di Eropa. Produk-produk tersebut khususnya berbentuk barang kerajinan seperti mebel dan lain-lain.

"Ada yang masih di penjara itu sudah ada yang bisa diekspor. Di situ ada sarung tangan, barang kerajinan. (Negara tujuan?) Macam-macam," kata dia.

Menteri Airlangga menyatakan, dirinya berharap melalui pelatihan dan pembinaan yang dilakukan pemerintah dapat membuat para narapidana memiliki pekerjaan setelah keluar dari lapas dan diterima secara kembali di tengah masyarakat.

"Tentu ekspor akan meningkatkan kepercayaan diri. Tentu narapidana mempunyai kepercayaan diri setelah dia bergaul dengan masyarakat akan menjadi baik," tandas dia. kbc10

Bagikan artikel ini: