Peringati Hari Bakti Rimbawan 2019, Pemprov Jatim ingatkan dua fungsi hutan

Rabu, 27 Maret 2019 | 08:57 WIB ET

MOJOKERTO, kabarbisnis.com: Asisten II Bidang Pembangunan dan Ekonomi Pemprov Jatim, Wahid Wahyudi menjelaskan bahwa hutan memiliki dua fungsi yang harus dijaga. Pertama adalah untuk kesejahteraan masyarakat dan kedua untuk pelestarian lingkungan.

Hal ini penting diperhatikan karena sejauh ini desa, termasuk wilayah sekitar hutan, masih menjadi kantong kemiskinan terbesar di Jawa Timur. Di daerah pedesaan dan sekitar hutan, angka kemiskinan mencapai 15,21 persen. Sementara di perkotaaan jumlahnya hanya mencapai 6 persen. Untuk itu, Pemprov berupaya memberikan kemudahan bertani bagi masyarakat sekitar hutan. 

“Banyak investor yang menyatakan minatnya untuk bekerjasama dalam mengelola lahan hutan, salah satunya importir bawang putih. Dan kami sudah berkoordinasi dengan Kadivre Perhutani Jatim untuk penanaman bawang putih dengan memanfaatkan lahan perhutani. Ada sekitar 541 hektar yang sudah kami dikerjasamakan dengan investor bawang putih tetapi yang sudah terealisasi sekitar 42 hektar di Probolinggo yang pada akhir April besok sudah bisa dipanen,” kata Wahid Wahyudi saat menghadiri puncak Hari Bakti Rimbawan 2019 di Bumi Perkemahan Tahura Raden Soerjo Desa Claket, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Selasa (26/3/2019).

Melalui kerjasama ini, ia berharap masyarakat sekitar hutan bisa menanam bawang putih dengan mudah karena ada subsidi khusus dari para importir, salah satunya penyediaan bibit, bantuan sebesar Rp 15 juta per hektar dna pemberian mulsa untuk mencegah penguapan yang berlebihan saat musim kemarau. Selain itu juga ada kepastian pasar karena importir tersebut menjamin akan membelinya juga. Kerjasama ini juga sebagai fungsi hutan yang pertama yaitu hutan untuk kesejahteraan masyarakat.

“Jika dalam satu tahun bisa menanam dua kali, maka pendapatan petani bisa mencapai Rp 66 juta per hektar. Dan Kalau bisa tiga kali, maka pendapatan petani ya mencapai sekitar Rp 99 juta per tahun,” terangnya.

Disisi lain, pemprov Jatim juga terus melakukan perbaikan atau recovery hutan yang dalam kondisi kritis. Hal ini terkait dengan fungsi hutan yang kedua sebagai pelestarian lingkungan, untuk mencegah erosi, banjir dan kekeringan. Untuk itulah, pada puncak Hari Bakti Rimbawan 2019 juga dilaksanakan pelepasliaran satwa dan penanaman pohon.

Sementara itu, PT Bumi Suksesindo (BSI) mendukung kegiatan Ikatan Rimbawan (IKARI) Jawa Timur untuk mengkampanyekan kepedulian lingkungan dalam rangka memperingati Hari Bakti Rimbawan 2019. “Kami (BSI) turut mendukung kegiatan ini karena sejalan dengan komitmen kami untuk turut berpartisipasi dalam upaya pelestarian lingkungan dan konservasi hutan,” jelas Senior Manager External Affairs PT BSI, Sudarmono.

Kegiatan lingkungan seperti ini, menurut Sudarmono, merupakan bagian tidak terpisahkan dalam kegiatan operasional PT BSI. Bahkan, ada departemen khusus, Department Lingkungan, yang menangani program lingkungan perusahaan.

Selain melakukan kegiatan pemantauan lingkungan secara rutin, departemen tersebut juga bertugas untuk melakukan kegiatan reklamasi. “Tanggung jawab (lingkungan) menjadi salah satu pilar utama di area operasi kami di Tumpang Pitu, Banyuwangi,” tegas Sudarmono.

Departemen Lingkungan telah mengambil sebanyak 2.094 sampel lingkungan selama kuartal akhir 2018 untuk memenuhi persyaratan pengambilan sampel yang diatur oleh peraturan perundangan serta untuk keperluan pemantauan internal atas inisiatif perusahaan. Pada kuartal ini, BSI telah melakukan kegiatan rehabilitasi lahan seluas 15,1 hektar.

“Pengelolaan sumber daya alam secara bertanggung jawab, taat hukum dan menerapkan prinsip-prinsip penambangan yang baik merupakan tekad kami (BSI),” pungkas Sudarmono.kbc6

Bagikan artikel ini: