Kimia Farma caplok Phapros senilai Rp1,36 triliun

Rabu, 27 Maret 2019 | 14:57 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT Kimia Farma (Persero) Tbk resmi mengakuisisi 55,77% saham atau 476.901.860 saham PT Phapros Tbk yang dimiliki induk usahanya, PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero). Emiten dengan kode saham KAEF ini melakukan akuisisi Phapros dengan nilai Rp1,36 triliun.

Penyelesaian proses akuisisi ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Jual Beli (Sales & Purchase Agreement) Saham antara PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) dengan PT Kimia Farma (Persero) Tbk.

Bergabungnya Phapros dengan Kimia Farma dinilai akan membantu kinerja keuangan kedua entitas sehingga nilai investasi bertambah lebih besar. Aksi korporasi ini juga dimaksudkan mempercepat pertumbuhan (growth).

Selain itu juga bertujuan memberikan pelayanan yang lebih baik kepada pelanggan Kimia Farma dan Phapros, baik itu dalam kelengkapan portofolio produk, ketersediaan produk, dan akses penyebaran produk yang lebih baik. Langkah strategis ini diharapkan dapat meningkatkan sumbangsih BUMN untuk negara sesuai dengan cita-cita BUMN Hadir untuk Negeri.

Deputi Bidang Usaha Industri Agro dan Farmasi Kementerian BUMN, Wahyu Kuncoro menyatakan, aksi korporasi mengakuisisi Phapros ini merupakan wujud dari sinergi BUMN untuk meningkatkan portofolio produk dari kedua perusahaan tersebut, serta nantinya akan mendorong terciptanya efisiensi.

Dia berharap, bergabungnya Phapros dengan Kimia Farma dapat membawa sejumlah manfaat untuk masyarakat dan negara. Terlebih, dengan kepemilikan lini bisnis yang sama, langkah strategis ini dinilai akan memperluas akses layanan kesehatan dan produk farmasi dalam mendukung program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk rakyat Indonesia.

"Selain itu, juga akan menciptakan efisiensi biaya operasional dan distribusi barang, meningkatkan diversifikasi portofolio produk, serta memperkuat jaringan produksi," jelasnya usai penandatanganan kesepakatan di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Rabu (27/3/2019).

Direktur Utama Kimia Farma, Honesti Basyir mengatakan, sebagai salah satu perusahaan negara yang memiliki ujung tombak industri healthcare, KAEF berkomitmen untuk memajukan industri farmasi guna mewujudkan kesehatan masyarakat Indonesia yang berkualitas.

"Semoga dengan bergabungnya Phapros dengan Kimia Farma dapat memperkuat dan memperluas layanan kesehatan kepada masyarakat," katanya.

Direktur Utama Rajawali Nusantara Indonesia B. Didik Prasetyo menambahkan, langkah ini menjadi salah satu momentum bersejarah bagi perusahaannya dalam mendukung penuh sinergi BUMN. Juga dalam mendorong percepatan pengembangan industri farmasi dan alat kesehatan di Tanah Air.

"Sebagai agen pembangunan negara, kami turut mendorong tercapainya cita–cita pemerintah termasuk dalam percepatan pengembangan industri farmasi dan alat kesehatan," kata dia. kbc10

Bagikan artikel ini: