Perkelahian dipicu hinaan korban, Giri dkk dikenai hukuman percobaan

Rabu, 27 Maret 2019 | 15:13 WIB ET

SURABAYA - Perkara baku hantam antara Handy Natanael Setiawan-Jimmy Cen dan mantan Ketua HIPMI Jatim Giri Bayu dan kawan-kawan (Izal N, Muhamad Balsum, Dewi, serta Jenifer) akhirnya diputus oleh majelis hakim di Pengadilan Negeri Surabaya, Rabu (27/3/2019).

Majelis hakim memvonis Giri dkk dengan hukuman tiga bulan dengan masa percobaan enam bulan. Hakim menggunakan dalil Pasal 14 C KUHP untuk memutus hukuma percobaan itu. Artinya, jika dalam waktu enam bulan Giri dkk tidak melakukan kesalahan serupa, hukuman tiga bulan tidak perlu dijalani.

“Jadi diputus selama tiga bulan dengan masa percobaan enam bulan. Artinya ini lebih berat, karena jika Saudara kembali mengulangi kesalahan dalam enam bulan, maka harus menjalani hukuman tiga bulan, dan ditambah dengan sidang perkara baru tersebut jika Saudara kembali melakukan kesalahan,” ujar majelis hakim kepada Giri dkk.

Majelis hakim menyatakan, baku hantam memang telah terjadi antara korban Handy Natanael Setiawan dan Jimmy Cen melawan Giri dkk. Kejadian itu berlangsung di tempat hiburan di kompleks salah satu hotel di Surabaya. Namun, majelis hakim mempertimbangkan bahwa aksi itu terjadi lantaran dipicu oleh korban yang menghina salah satu terdakwa perempuan sehingga teman-temannya membela.

Yang meringankan terdakwa adalah mengakui kesalahan, meminta maaf, dan belum pernah dihukum.

“Kami menjadikan perkara ini sebagai pelajaran bagi Saudara Giri dkk. Kami menerima putusan majelis hakim,” ujar Hidayat, kuasa hukum Giri dkk.

 

Perkelahian ini diawali dari hinaan yang diterima Dewi (salah seorang terdakwa) dari Handy dan Jimmy ketika sedang berada di lorong tempat hiburan di Surabaya, Januari 2018.

”Mangan bubur ae ojok koyok wong susah (makan bubur saja jangan seperti orang susah),” begitu Handy menghina Dewi.

Merasa tidak terima, Dewi meminta Handy untuk diam. Tapi, Handy kemudian menghardik Dewi sambil mengucapkan penghinaan yang sangat sensitif.

“Mereka bilang soal duit, menghina apakah saya ini punya uang. Bahkan, dihina saya bisa mereka beli. Perempuan mana yang tidak sakit hati dihina bisa dibeli,” ujar Dewi.

Kemudian terjadi aksi saling dorong. Secara refleks, Dewi menarik baju Handy. Ternyata, Handy meresponsnya dengan masih menyinggung kemampuan keuangan Dewi.

”Saat ditarik bajunya, dia (Handy) bilang, emang orang pribumi kayak elu (Dewi) bisa beli baju kayak begini? Saya dihina lagi. Masak bawa-bawa SARA, sampai sebut pribumi. Bahkan saya juga dipukul, kena pipi. Lalu kakak saya Jennifer ikut membantu. Jadi saling dorong,” ujarnya.

Karena berhadapan dan berkelahi dengan dua laki-laki, spontan Dewi berteriak meminta tolong. Lalu datanglah Muhammad Balsum.

“Saya datang melerai,” kata Balsum.

Tapi Handy dan Jimmy tidak berhenti. “Saya ikut didorong. Maka saya refleks menendang Jimmy,” ujar Balsum.

Setelah itu, Izal dan Giri ikut mencoba melerai, tapi yang terjadi kemudian malah saling dorong dan situasi menjadi tidak terkendali.

Bagikan artikel ini: