KPPU tengarai ada pihak yang menahan penjualan tiket AirAsia

Sabtu, 30 Maret 2019 | 16:50 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) melihat adanya upaya pihak lain untuk menghalangi distribusi tiket AirAsia di sejumlah Online Travel Agent (OTA).

Komisioner KPPU Guntur Saragih menyebut akan melakukan penelitian terhadap kasus hilangnya tiket AirAsia di beberapa OTA ini dengan memanggil pihak maskapai (AirAsia, red) dan OTA terkait.

Selain mengenai hilangnya tiket AirAsia di sebagian besar OTA dan adanya dugaan kartel penjualan tiket maskapai, KPPU juga menyoroti penerapan bagasi berbayar, kargo pesawat terbang, penyediaan avtur, hingga join Kerjasama Operasi (KSO) antara maskapai Garuda Indonesia dan Sriwijaya Air.

Guntur menegaskan tim investigator KPPU tengah meminta keterangan pihak-pihak terkait pada industri penerbangan, hingga KPPU memberikan himbauan ke tiap instansi untuk tidak mengeluarkan kebijakan yang dapat menyentuh ranah tugas dan fungsi KPPU, seperti penetapan harga atau predatory fix pricing.  “Jangan sampai ada yang melanggar prinsip-prinsip persaingan usaha,” tegasnya, Surabaya, Jumat (29/3/2019).

KPPU sudah memanggil pihak AirAsia untuk melakukan klarifikasi terkait hal tersebut. Direktur Niaga AirAsia Indonesia Rifai Taberi mengungkapkan sejumlah kejanggalan yang dirasakan terkait penjualan tiketnya di OTA. Ia menyebut pihaknya sudah berusaha mengomunikasikan dengan OTA, namun tidak mendapat respon positif. ”Kami menanyakan kepada OTA mengapa kita AirAsia hilang di situs mereka, tapi mereka tidak memberikan jawaban,” ujarnya.

Rifai menyebut kejanggalan tersebut sangat merugikan pihaknya dan calon penumpang karena komunikasi yang dijalin tidak mendapat respons dari pihak OTA. Menurutnya, jika sistem IT down, biasanya pihak OTA memberikan penjelasan kepada maskapai. "Kami sudah melakukan komunikasi. Tapi sejauh ini belum ada pembicaraan formal antara AirAsia dengan OTA sehingga kami belum dapat klatifikasi dari mereka,” katanya.

Ia masih berharap OTA kembali menjual tiket AirAsia dan semuanya bisa kembali normal dalam waktu dekat karena akan menguntungkan semua pihak. 

”Kami berharap semua bisa kembali normal. Kami ingin ketersediaan tiket AirAsia mudah diakses oleh calon penumpang," pungkas Rifai.kbc6

Bagikan artikel ini: