Top! Ratusan warung kecil rakyat Banyuwangi kini tampil keren dan berinternet

Minggu, 31 Maret 2019 | 06:47 WIB ET

BANYUWANGI - Sebanyak 101 warung milik rakyat Banyuwangi resmi bermitra dengan startup teknologi ritel Warung Pintar. Warung-warung kecil dengan tampilan modern serta dimanajemeni secara digital itu tersebar di sejumlah titik di Banyuwangi. 

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, kolaborasi dengan Warung Pintar adalah upaya memperkuat daya saing ritel mikro. Para pemilik Warung Pintar itu adalah mereka yang sebelumnya telah memiliki warung lalu dipermak, komunitas-komunitas warga, dan masyarakat yang baru berwirausaha.

"Ini model digitalisasi yang membumi, inklusi teknologi yang membuat teknologi tak lagi jadi barang wah, tapi teknologi yang membantu rakyat kecil. Internet of things dan wacana besar Revolusi Industri 4.0 itu hanya bisa sukses jika ada inklusi teknologi, salah satunya lewat warung-warung kecil milik rakyat,” ujar Anas di sela-sela Festival Juragan Pintar, Sabtu malam (30/3/2019).

Lebih dari 100 warung rakyat itu didigitalisasi dan dipermak sedemikian rupa untuk membuatnya lebih berdaya saing. Fasilitasnya mulai wifi, televisi, dispenser, hingga charging station. Manajemen keuangan dan stok dikelola secara digital. Juga ada kursi dan meja untuk tempat berinteraksi warga.

“Setelah bergabung dalam program ini, omzet mereka alhamdulillah naik. Variatif. Ada yang naik 20 persen, bahkan ada yang hingga 60 persen. Ini menambah penghasilan keluarga,” ujar Anas.

Setelah 101 warung rakyat bertransformasi menjadi Warung Pintar, saat ini terdapat 800 warga dan warung lain di Banyuwangi yang telah mendaftar mengikuti program gratis ini. 

“Kami ingin warung-warung Mbok Nem, Yu Nah, Mbah Tun di berbagai daerah di Banyuwangi bisa terus disulap sebagus Warung Pintar. Enggak kotor lagi. Kemasannya modern. Jadi Insya Allah tambah laris,” ujar Anas.

Harya Putra, Chief Operating Officer dan Co-Founder Warung Pintar, mengatakan, 

Banyuwangi adalah daerah pertama yang berkolaborasi bersama Warung Pintar. “Ini terkoneksi dengan jaringan kami se-Indonesia, jadi produk UMKM Banyuwangi bisa dipasarkan di Warung Pintar yang juga telah ada di Jabodetabek," ujarnya. 

Banyuwangi dipilih sebagai daerah pertama ekspansi Warung Pintar setelah Jabodetabek, lanjut dia, karena perkembangannya sangat pesat dalam beberapa tahun terakhir.

"Banyuwangi sevisi dengan kami, yakni meningkatkan usaha mikro dengan teknologi, apalagi saat ini telah memasuki Revolusi Industri 4.0," jelas Harya.

Di Banyuwangi, Warung Pintar juga menjadi pusat informasi pariwisata. “Ada fasilitas teknologi untuk menjelaskan soal wisata Banyuwangi kepada pembeli,” ujarnya.

Bagikan artikel ini: