Direktur BNI terjun langsung pimpin kelas kewirausahaan bagi 1000 milenial Banyuwangi

Selasa, 2 April 2019 | 16:06 WIB ET

BANYUWANGI - Pemkab Banyuwangi berkolaborasi dengan PT Bank Negara Indonesia (BNI) Tbk menggelar Kelas Kreatif BUMN di Pendopo Banyuwangi, Minggu (31/3). Program ini diikuti oleh seribu pelajar, santri, dan anak-anak muda di Banyuwangi. Acara juga dihadiri Sekretaris Kementerian BUMN Imam A. Putro dan sejumlah direksi BUMN.

Direktur Teknologi Informasi dan Informasi BNI Dadang Setiabudi menuturkan, Kelas Kreatif ini merupakan ikhtiar BUMN mendorong semangat kewirausahaan berbasis ekonomi kreatif di kalangan anak muda.

“Kelas ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi generasi milenial menghadapi persaingan global melalui pembelajaran berbasis keterampilan hidup atau life-skilled based education,” katanya.

Metode kelas dibuat ringan. Ada empat kelas yang dibuka sesuai tren kewirausahaan kreatif yang sedang berkembang, yaitu bisnis dan digital marketing, make-up atau kecantikan, dan fotografi. Semua kelas menghadirkan para pakar dan praktisi di bidangnya. Misalnya kopi, mendatangkan praktisi dari PTPN XII yang telah banyak mengekspor kopi ke Eropa.

"Kami juga mengajak peserta untuk tergerak memulai bisnis secara riil, dengan menggelar kompetisi 'Aku Saudagar Muda'. Anak-anak muda Banyuwanhi ini akan mendapatkan pendampingan selama tiga bulan untuk mempertajam skill dan pemasarannya," imbuh Sekretaris Perusahaan BNI, Meiliana.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, kolaborasi dengan BUMN ini didasari pada visi untuk melahirkan sebanyak mungkin generasi baru pengusaha.

“Dalam praktik dunia usaha termasuk para konglomerat, ada pengusaha yang lahir by nasab, artinya kakek-neneknya memang pengusaha. Jadi anak itu cuma mewarisi, ini family business. Lalu ada yang jadi pengusaha by nasib, karena kepepet, kalau enggak nekat enggak makan,” jelas Anas.

“Nah yang paling ideal itu jadi pengusaha by design. Memang dibentuk dengan pendidikan kewirausahaan, dengan kurikulum, dengan pelatihan dan pendampingan, termasuk yang dilakukan BNI ini,” imbuh Anas.

Dia menambahkan, kolaborasi ini tidak berhenti hanya pelatihan, tapi juga dirangkai dalam berbagai program.

“Karena visinya adalah melahirkan pengusaha by design, programnya berkelanjutan. Banyuwangi punya banyak program itu, mulai kompetisi business plan pertanian, kolaborasi dengan startup ritel Warung Pintar, hingga pendampingan santripreneur kopi bareng PTPN XII dan salah satu bank BUMN,” pungkas Anas. kbc9

Bagikan artikel ini: