Lakukan diversifikasi produk beras premium, Bulog targetkan jadi market leader di 2023

Minggu, 7 April 2019 | 19:07 WIB ET

SIDOARJO, kabarbisnis.com: Perum Bulog terus melakukan inovasi produk. Setelah sukses meluncurkan beras premium kemasan sachet, kini perusahaan milik negara yang bergerak dibidang pangan pokok ini tengah menyiapkan pengembangan produk beras premium lainnya. 

Produk beras premium terbaru ini adalah produk beras unggulan yang dihasilkan petani di sejumlah daerah  di Indonesia. Direktur Pengembangan Bisnis dan Industri Perum Bulog, Imam Subowo mengatakan, sedikitnya ada lima hingga enam jenis beras premium yang bakal diluncurkan dengan kemasan eksklusif, diantaranya adalah beras Botanik asal Bondowoso Jawa Timur.

“Kota akan angkat beras Botanik Bondowoso ini menjadi produk nasional. Selain dari Magelang Jawa Tengah juga ada beras Mentik Susu Wangi

Juga ada beras unggulan dari Banjarnegara, Karanganyar, Banyumas, Cianjur dan juga ada beras ketan premium dari Subang. Semuanya kita angkat, kita jadikan produk unggulan nasional,” tegas Imam Subowo disela perayaan HUT BUMN ke 21 yang digelar di Gor Sidoarjo, Minggu (7/4/2019).

Selain produk beras premium, Bulog juga aku mengembangkan produk turunannya, diantaranya bekatul menjadi sereal dan bekatul menjadi kue. Dan yang cukup menarik adalah beras nasi kebuli. Beras ini sudah dilengkapi dengan rempah-rempah sehingga konsumen yang ingin memasak nasi kebuli tinggal menambah bahan ayam atau daging dan selanjutnya langsung dimasak.  “Akan ada banyak diversifikasi produk beras yang akan kami keluarkan secara bertahap,” katanya.

Dengan langkah ini, Bulog berambisi ingin meningkatkan pendapatan perusahaan dari sektor komersial. Jika pada tahun 2018, kontribusi sektor komersial hanya sekitar 20 persen dan 80 persen masih disumbang dari penugasan atau PSO, maka di tahun 2023 ditargetkan menjadi  sebaliknya, pendapatan sektor komersial sebesar 80 persen dan PSO.sebesar 20 persen. “Harapan kami, di tahun 2023 tersebut kami akan menjadi market leader di bisnis beras premium atau komersial” tegasnya. 

Pada kesempatan yang sama, Kepala Perum Bulog Divisi Regional Jatim, Muhammad Hasyim menyatakan Jatim siap mendukung penuh program yang digagas Bulog Pusat tersebut. Ia mengatakan  bahwa Petani di wilayah Jatim memiliki banyak produk beras unggulan dan turunannya. 

“Salah satu contoh adalah beras Botanik, seperti yang telah dijelaskan oleh pak Im tadi. Beras Botanik ini hasil pengembangan padi yang dilakukan oleh petani di Bondowoso. Mereka juga telah mengolah bekatul dari beras tersebut menjadi produk siap jual, yaitu sereal dan kue,” pungkasnya.kbc6

Bagikan artikel ini: