Waspadai macet, puncak mudik Lebaran 2019 diprediksi mulai 29 Mei

Rabu, 10 April 2019 | 07:36 WIB ET
(Istimewa)
(Istimewa)

JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memprediksi arus puncak mudik Lebaran dengan dua kemungkinan, sedangkan arus balik diperkirakan terjadi pada 9 Juni 2019

Kepala Badan Penelitian Pengembangan  Perhubungan Sugihardjo menuturkan pada arus mudik Lebaran 2019 ini, puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 31 Mei 2019 (H-5) dengan perkiraan waktu keberangkatan terjadi pada pukul 06.00 WIB--08.00 WIB."Namun, perlu diperhatikan bahwa pada 30 Mei 2019 merupakan hari libur Kenaikan Isa Almasih. Apabila pada 31 Meiditetapkan sebagai cuti bersama, ada kemungkinan pergeseran puncak arus mudik yang akan jatuh pada 29 atau 30 Mei 2019," ujar Sugihardjo di Jakarta, Selasa (9/4/2019).

Menurut Sugihardjo padatnya arus mudik tahun ini, maka aktivitas pembangunan Elevated Toll dan perbaikan jalan disarankan untuk dihentikan sementara mulai tanggal 26 Mei 2019 atau H-10 sampai dengan tanggal 16 Juni 2019 atau H+10 Lebaran 2019.Selain itu, perlu ada kebijakan pelarangan pengoperasian angkutan barang bersumbu lebih dari dua mulai 29 Mei 2019 atau H-7 sampai dengan 10 Juni 2019 atau H+4 Lebaran 2019.

Pemudik yang menggunakan mobil pribadi terbanyak yaitu 40% atau sekitar 399.962 mobil akan melalui Tol Trans-Jawa. "Untuk puncak arus balik, diperkirakan akan terjadi pada 9 Juni 2019 atau H+3," kata Sugihardjo.

Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi mengatakan penerapan kebijakan ganjil genap kendaraan saat terjadi arus mudi Lebaran 2019 akan dikaji kembali. Aturan tersebut antara lain bertujuan agar kepadatan arus kendaraan terkendali. "Khususnya di ruas tertentu, Jakarta-Cikampek," ujar Budi

Menurutnya kebijakan ini masih terus dibahas untuk memastikan cara ini mungkin untuk diterapkan. Sementara itu, kebijakan lalu lintas yang sudah pasti diberlakukan yaitu sistem satu jalur atau one way.  Sistem tersebut akan diberlakukan secara situasional. 

Budi menjelaskan sistem one way tidak hanya diberlakukan di ruas jalan tol, tetapi jalan nasional. Misalnya di Jawa Barat, untuk arus mudiknya diprioritaskan dari arah Bandung, sedangkan arus balik diprioritaskan dari arah Tasikmalaya.  Ia pun berharap masyarakat tidak berbondong-bondong mudik di awal masa libur Lebaran agar tidak terjadi kepadatan tinggi. Apalagi, waktu libur panjang. kbc11

 

Bagikan artikel ini: