'Go digital', kinerja UKM diyakini tumbuh dua kali lipat

Kamis, 11 April 2019 | 07:54 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Jumlah Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia terus bertumbuh. Hanya saja, jumlah UMKM yang memanfaatkan teknologi dalam menjalankan bisnisnya masih minim.

Pemerintah pun melalui lembaga terkait mendorong pelaku UMKM di Indonesia untuk go digital. Artinya, memanfaatkan teknologi untuk mengembangkan potensi bisnisnya.

Melihat program itu, penyedia platform bisnis digital Mekari pun menyasar peluang itu lewat bisnis yang dikembangkan saat ini.

Chief Executive Officer (CEO) Mekari, Suwandi Soh mengatakan, sejauh ini memang literasi pelaku UKM tentang pemanfaatan teknologi memang masih rendah. Khususnya usaha yang mikro.

"Tapi usaha kecil dan menengah, itu sudah lumayan. Jadi mereka sudah aware, karena mereka punya pengalaman di konsumer," kata Suwandi di Jakarta, Rabu (10/4/2019).

Suwandi menjelaskan, UKM-UKM yang sudah memanfaatan teknologi digital pada usahanya memberikan dampak positif. Ini terlihat dari layanan Mekari yang selama ini sudah digunakan pelaku UKM.

"Kalau dari hasil riset itu dua kali lipat. Biasa perusahaan (dan UKM) yang sudah mengakses atau go digital, mereka bisa grow dua kali lipat. Menariknya, mereka yang gunakan sofware kita, grow terus menerus," ujarnya.

Dia menambahkan, kini ada kecenderungan dan peningkatan pelaku UKM yang memanfaatkan kemajuan teknologi dengan beragam fungsinya. Bahkan, pengguna pada layanan Mekari sendiri trennya mengalami kenaikan secara drastis.

"Saat ini kita lihat peningkatannya signifikan. Trennya naik. Tiap bulan itu ribuan perusahaan dan UKM yang mulai coba," sebutnya.

"Sektornya bervariasi. Jadi geografiknya juga bervariasi. Sektor juga enggak spesifik harus sektor apa, salah satu yang juga signifika kuliner," tambahnya.

Akhir tahun ini pemerintah menargetkan 8 juta UMKM sudah go digital secara penuh. Suwandi menuturkan, pihak berkomitmen mendukung itu dan melalui beberapa upaya yang terus dilakukan.

Sebab, mewujudkan program itu butuh sinergi antara pemerintah dan swasta serta pihak lainnya. "Caranya saya lihat ada dua. Pertama membuat mereka mengerti value atau nilai tambah dengan menggunakan digital. Kedua, setelah tahu value-nya, bagaimana memanfaatkan produknya untuk di internal, pengembangan bisnis," imbuhnya. kbc10

Bagikan artikel ini: